BENCANA SUMATERA DAN ACEH
Puan Maharani Yakin Presiden Prabowo Ambil Keputusan Terkait Status Bencana Nasional
ASKARA-Ketua DPR RI Puan Maharani yakin Presiden Prabowo Subianto akan segera mengambil keputusan soal status bencana untuk banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
" Pemerintah masih belum menetapkan secara resmi status darurat bencana nasional, karena masih terus berupaya menangani kondisi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. memang situasi cuaca ekstrem yang masih terjadi dan pemerintah masih melakukan semua hal yang bisa dilakukan untuk bisa menangani situasi yang ada di daerah,” ujar Puan Maharani usai menghadiri Ngariung Bareng DPR bersama Koordinatoriat Wartawan Parlemen di Lembang, Bandung, Jumat (5/12/2025).
Presiden, diyakininya pasti masih terus melihat perkembangan dan mempertimbangkan laporan terbaru kondisi di daerah terdampak, sebelum mengambil keputusan.
"Jadi setelah ini tentu saja akan diputuskan setelah presiden mendapatkan pertimbangan yang lebih komprehensif dari lapangan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menekankan penetapan status bencana nasional sepenuhnya berada di tangan pemerintah.
Namun, pihaknya mengingatkan bahwa status harus dinaikkan apabila kondisi di lapangan sudah tidak mampu lagi ditangani oleh pemerintah daerah.
“Ya, sebenarnya kalau dia meluas dan korbannya banyak, pemerintah kesulitan, ya naikkan aja statusnya. Tapi kalau masih mampu ditangani ya sudah,” ujar Lasarus
Dalam kesempatan itu, pihaknya membantah adanya anggapan bahwa status bencana belum dinaikkan karena keterbatasan anggaran pemerintah.
"Enggak ada masalah, kita ada anggaran kok. BA 99 kita ada duitnya. Masih ada 400 lebih triliun di BI belum digunakan,” katanya. Pihaknya juga menegaskan persoalan penetapan status bukan terkait pendanaan, melainkan keyakinan pemerintah bahwa situasi masih dapat ditangani.
Kalau itu meluas, korbannya banyak, dan pemerintah kewalahan menangani, ya harusnya ditetapkan status sebagai bencana nasional. Dan kami berkeyakinan kenapa ini tidak naik status kebencanaan nasional, pemerintah berkeyakinan masih bisa ditangani,” kata Lasarus.
Hingga Jumat siang, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 836 orang meninggal dunia, 209 orang hilang, dan 2.700 orang luka-luka akibat bencana di Sumatera. Korban jiwa terbanyak tercatat di Aceh dengan 325 orang, disusul Sumatera Utara 311 orang, dan Sumatera Barat 200 orang.
Tak itu saja sebanyak 326 fasilitas pendidikan, 185 rumah ibadah, 25 fasilitas kesehatan, 115 kantor, serta 295 jembatan rusak akibat bencana tersebut. Data ini diperoleh dari Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Sumatera Tahun 2025 yang dirilis Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin) BNPB. (dry)

Komentar