Letkol Inf. G. Borlak Apresiasi Warisan Pelayanan Romo Yos Bintoro untuk Umat Katolik di TNI-Polri
ASKARA - Perwira TNI sekaligus umat Katolik, Letkol Inf. G. Borlak, S.Sos., M.M., menyampaikan refleksi dan apresiasi mendalam atas dedikasi Romo Yos Bintoro, Pr., dalam pelayanan pastoral bagi anggota TNI-Polri selama masa tugasnya sebagai Wakil Uskup Umat Katolik TNI-Polri. Melalui tulisan berjudul :Pertobatan dan Perbuatan Baik", Borlak menilai pelayanan Romo Yos sebagai karya besar yang membentuk karakter dan iman ribuan prajurit.
Selama bertugas dalam naungan OCI (Ordinariat Castrense Indonesia), Romo Yos disebut telah memberikan pelayanan rohani yang luas melalui pendampingan, pendidikan iman, hingga pembinaan Prodiakon di lingkungan militer. Ia juga tercatat mengajar di Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta dan Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, untuk membekali para calon pemimpin dengan fondasi moral dan spiritual.
Dalam bidang infrastruktur pastoral, Romo Yos turut berperan merenovasi bangunan gudang militer menjadi gereja dan pastoran bagi umat Katolik di pangkalan TNI AU. Ia juga dikenal sebagai tokoh yang aktif mendorong semangat sinodalitas dan keterlibatan umat dalam Gereja sebagai "Peziarah Pengharapan untuk Perdamaian."
Tak hanya bergerak di dalam institusi, Romo Yos disebut aktif dalam isu kemanusiaan, termasuk pendampingan konflik di Papua, pelayanan keluarga prajurit, hingga advokasi isu perdagangan manusia dan dehumanisasi sosial.
Letkol Borlak menyebut salah satu pencapaian penting Romo Yos adalah terwujudnya misi menghadirkan imam Katolik di setiap matra TNI dan Polri. Ia mengaku menjadi saksi proses perekrutan imam militer pertama dari Keuskupan Ruteng yang kini telah ditahbiskan dan bertugas.
"Romo Yos mengajarkan kami kesabaran, ketulusan, dan komitmen untuk terus berbuat baik. Keteladanannya menjadi semangat bagi kami dalam mengabdi," tulis Borlak, Senin (24/11).
Salah satu momentum pelayanan terakhir Romo Yos adalah menjadi pembicara dalam Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) 2025. Dalam penyampaian pesannya, Romo Yos menyerukan pertobatan struktural dan kultural demi mendorong pembaruan hidup Gereja.
"Pertobatan itu keluar dari zona nyaman. Bertolak ke laut yang dalam, menyelamatkan jiwa-jiwa yang dipercayakan Tuhan," kutipnya.
Romo Yos juga memimpin Misa Hari Pahlawan di Gereja Katedral Jakarta sebagai bagian akhir masa tugasnya.
Sebagai penutup, Borlak menyampaikan ucapan terima kasih atas kontribusi besar Romo Yos bagi umat Katolik di lingkungan TNI dan Polri.
"Kami bangga dan berterima kasih atas semua pelayanan dan doa beliau. Semoga karya-karya Romo Yos menjadi teladan bagi generasi penerus dalam mendukung Gereja dan negara," tulisnya menutup refleksi dengan pesan Injil: "Duc in Altum.:

Komentar