RSMC Cilandak Resmikan MRI Bebas Helium, Tingkatkan Layanan Diagnostik Modern
ASKARA - Rumah Sakit Angkatan Laut Marinir Cilandak (RSMC) Jakarta kini memiliki fasilitas diagnostik terbaru berupa Magnetic Resonance Imaging (MRI) bebas helium, sebuah teknologi modern yang menawarkan efisiensi lebih tinggi dan kualitas pencitraan yang tetap unggul. Kehadiran peralatan ini menjadi capaian baru dalam peningkatan layanan kesehatan di lingkungan TNI AL maupun masyarakat umum.
Perangkat MRI terbaru ini menjawab tantangan yang selama puluhan tahun melekat pada MRI konvensional yang bergantung pada ribuan liter helium cair — sumber daya yang kian langka dan mahal. Ketergantungan tersebut sering kali menyebabkan biaya operasional membengkak, risiko mesin berhenti beroperasi, hingga pembatasan lokasi pemasangan. Teknologi MRI tanpa helium yang kini digunakan RSMC dinilai lebih stabil, mudah dirawat, dan dapat dipasang dengan fleksibilitas yang lebih tinggi.
Selain itu, perangkat ini turut dibekali fitur kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang memungkinkan proses pemindaian lebih cepat dan akurat, serta membantu dokter membaca hasil pencitraan dengan presisi yang lebih baik.
Secara fungsi, MRI merupakan alat pencitraan medis non-radiasi yang mampu menampilkan struktur detail organ, jaringan lunak, sistem saraf, hingga rangka tubuh. Pemeriksaan ini menjadi metode penting dalam mendiagnosis berbagai kondisi kesehatan, mulai dari gangguan otak dan tulang belakang, masalah kardiovaskular, cedera otot dan ligamen, hingga deteksi tumor dan penyakit organ dalam.
Komandan RSMC Kolonel Laut (K) drg. Muhammad Arifin, Sp.Ort. menyatakan bahwa kehadiran teknologi MRI terbaru ini akan memperkuat kualitas layanan kesehatan di rumah sakit tersebut. “Dengan peralatan MRI jenis terbaru ini, kami berharap dapat memberikan pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan akurat bagi pasien,” ujarnya.
Peningkatan fasilitas ini menegaskan komitmen RSMC untuk terus mengadopsi teknologi kesehatan modern demi menunjang layanan medis yang berkualitas dan responsif terhadap kebutuhan pasien.

Komentar