Minggu, 07 Juni 2026 | 19:55
CULINARY

Lontong Murah Ibu Kasyani, Cita Rasa Nikmat Penyelamat Warga dari Inflasi di Aceh Tengah

Lontong Murah Ibu Kasyani, Cita Rasa Nikmat Penyelamat Warga dari Inflasi di Aceh Tengah
Lontong murah Ibu Kasyani (Dok Zam Zam)

ASKARA - Aroma santan gurih dan sambal kacang pedas manis menyeruak dari sebuah warung kecil di Desa Pedekok, Kabupaten Aceh Tengah. Di balik kepulan uap nasi lontong yang masih hangat, berdirilah sosok sederhana bernama Kasyani, perempuan tangguh yang menghadirkan kelezatan dengan harga bersahabat di tengah tekanan inflasi.

Setiap pagi, warung mungil beralas papan kayu itu selalu dipenuhi warga yang datang berbondong-bondong. Dengan hanya Rp5.000, pembeli sudah bisa menikmati sepiring lontong lembut dengan kuah sayur labu yang kental, sambal tumis kacang tanah, dan taburan bawang goreng harum yang menggoda. “Yang penting orang bisa makan enak tanpa khawatir dompet tipis,” tutur Ibu Kasyani sambil tersenyum, tangannya lincah menuang kuah hangat ke piring pelanggan, Kamis (13/11).

Lebih dari sekadar menjual makanan, Ibu Kasyani turut menghidupkan ekonomi lokal. Bahan-bahan masakannya dibeli dari petani kopi Arabika Gayo dan petani sayur sekitar desa, membantu mereka mendapatkan penghasilan tambahan di tengah naiknya harga kebutuhan pokok. “Kalau beli dari warga sendiri, semua ikut senang,” ujarnya ringan.

Suasana hangat terasa setiap kali pelanggan datang. Warga tak hanya menikmati cita rasa gurih khas masakan kampung, tapi juga keramahan sang pemilik warung yang membuat mereka merasa seperti makan di rumah sendiri. Tak heran, aroma lontong Ibu Kasyani kini menjadi penanda pagi bagi banyak warga Pedekok.

Kisah Ibu Kasyani adalah cermin keteguhan hati rakyat kecil yang berjuang di tengah inflasi. Dari dapur sederhana dan bumbu yang diracik dengan cinta, ia membuktikan bahwa kelezatan dan kepedulian bisa berjalan seiring, menyelamatkan perut dan semangat hidup banyak orang, satu piring lontong murah setiap pagi.

 

 

Komentar