Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:12
COMMUNITY

Ketua Pokja Baret ICMI Aceh Apresiasi Pelantikan Prof. Arif Satria sebagai Kepala BRIN

Ketua Pokja Baret ICMI Aceh Apresiasi Pelantikan Prof. Arif Satria sebagai Kepala BRIN
Presiden Prabowo melantik Prof. Arif Satria sebagai Kepala BRIN (Dok Setpres)

ASKARA - Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Badan Reaksi Cepat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (Baret ICMI) Aceh, Zam Zam Mubarak, menyampaikan apresiasi dan dukungan atas pelantikan Prof. Dr. Arif Satria, SP, M.Si sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) oleh Presiden Prabowo Subianto.

Prof. Arif Satria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum ICMI dan Rektor IPB University, dinilai memiliki rekam jejak panjang dan kontribusi besar dalam bidang riset, inovasi, serta pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

“Pelantikan ini merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi Prof. Arif Satria dalam memajukan riset dan inovasi nasional. Kami percaya di bawah kepemimpinannya, BRIN akan menjadi lembaga yang lebih progresif dan relevan dengan tantangan zaman,” ujar Zam Zam Mubarak.

Lebih lanjut, Baret ICMI Aceh berharap agar BRIN di bawah kepemimpinan Prof. Arif Satria dapat memperkuat sinergi dengan daerah-daerah yang memiliki potensi besar dalam riset kebencanaan dan lingkungan, khususnya Provinsi Aceh.

“Semoga BRIN dapat berperan aktif dalam pengembangan riset mitigasi bencana di Aceh yang memiliki risiko tinggi, sekaligus memperkuat riset ekonomi hijau di kawasan ekosistem Leuser yang dikenal sebagai paru-paru dunia,” tambahnya.

Sebagai wujud konkret, Baret ICMI Aceh mendorong pembentukan Pusat Riset Mitigasi Bencana di Kawasan Leuser. Pusat ini diharapkan menjadi pusat kolaborasi antara tradisi lokal dan sains modern dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana.

“Pusat riset tersebut dapat berperan dalam identifikasi risiko bencana, pengembangan sistem peringatan dini, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana. Selain itu, kerja sama dengan lembaga nasional dan internasional akan memperkuat kapasitas riset di Aceh,” jelas Zam Zam.

Ia menutup pernyataannya dengan harapan bahwa pembentukan pusat riset mitigasi bencana di Kawasan Leuser akan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan, perlindungan lingkungan, dan ketahanan masyarakat Aceh.

 

Komentar