Rabu, 22 Juli 2026 | 02:40
COMMUNITY

Duta Besar Tahta Suci Vatikan Pamit, Akhiri 8 Tahun Pengabdian di Indonesia

Duta Besar Tahta Suci Vatikan Pamit, Akhiri 8 Tahun Pengabdian di Indonesia
Duta Besar Tahta Suci Vatikan untuk Spanyol dan Andora Mgr. Piero Pioppo (Dok. Ronald)

ASKARA - Duta Besar Tahta Suci Vatikan untuk Republik Indonesia Mgr. Piero Pioppo akan memasuki pengujung masa tugasnya di Indonesia. Setelah 8 tahun mengabdi di Tanah Air, pemimpin tertinggi Gereja Katolik Paus Leo XIV menunjuknya sebagai perwakilan resmi Vatikan yang baru untuk Kerajaan Spanyol dan Kepangeranan Andora.

Mgr. Pioppo menyempatkan diri untuk pamit kepada umat Katolik di Indonesia, saat memberi sambutan di seremoni pembukaan Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) Tahun 2025, yang berlangsung di Hotel Mercure Convention Center, Jakarta Utara, Senin malam (3/11).

"Saya sangat bahagia karena dapat berada di sini bersama anda semua, persisnya delapan tahun sejak kedatangan saya di Indonesia dan hanya beberapa hari sebelum saya mengakhiri pelayanan saya sebagai Nunsius Apostolik, Duta Besar Paus di negara yang luhur ini," ucapnya.

Ia juga mengatakan bahwa Paus Leo XIV turut menitipkan doa-doa suci bagi umat Katolik di Indonesia. Di kesempatan itu pula Pioppo mengucapkan banyak terima kasih kepada Gereja Katolik dan umat Katolik di Indonesia yang selalu menyambutnya dengan tangan terbuka dan tak kenal lelah dalam memberikan dukungan bagi setiap karya misinya selama berada di Indonesia.

"Terima kasih atas penyambutan anda yang hangat, terima kasih atas kerja sama yang aktif dan rendah hati dalam karya saya membangun gereja di Indonesia. Terima kasih atas dorongan yang diberikan kepada saya, terima kasih atas doa-doa yang telah menguatkan saya dalam misi saya. Dan akhirnya, terima kasih atas banyak ucapan selamat, yang saya telah saya terima bagi misi saya yang baru sebagai Nunsius Apostolik bagi Spanyol dan Kepangeranan Andora," kata Mgr. Pioppo.

Sebagai alumni Akademi Gerejawi Kepausan, ia memahami betul bagaimana perjalanan pewartaan injil yang dibawa oleh para Orang Kudus maupun misionaris ke seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Ia juga melihat bagaimana gereja di Eropa saat ini tengah menghadapi tantangan besar, di mana gereja telihat lemah dan menua.

Namun uskup kelahiran Savona, Italia, 29 September 1960 ini, ikut bersyukur karena pengalamannya selama menjalani pekerjaan Tuhan di Indonesia dapat menjadi angin segar dan inspirasi baru bagi gereja-gereja di Eropa nantinya.

"Pengalaman saya di Indonesia ini pasti akan membantu saya dalam membawa sedikit iman, semangat muda, antusiasme, dan harapan. Hal-hal indah yang berkat rahmat Allah masih anda (Umat Katolik di Indonesia) miliki secara berlimpah," ucapnya.

Sebagai pesan bagi persidangan SAGKI yang akan dilangsungkan hingga 7 November mendatang, ia mengajak agar para imam dan umat Katolik untuk selalu memegang teguh persatuan dan kesetiaan dalam berdoa, serta ikut menyatakan Kasih Allah kepada semua orang.

"Oleh karena itu mari kita bersatu dalam berdoa  dan karya, tidak hanya selama beberapa hari  sidang ini (SAGKI), tetapi senantiasa. Sebab kita yakin bahwa dalam persekutuan Tri Tunggal Maha Kudus, dan dengan dibantu perlindungan keibuan Perawan Maria, kita dan gereja-gereja lokal kita akan selalu berjalan sebagai peziarah pengharapan yang memelihara penggerak iman yang berharga dan memperlihatkan kasih Allah kepada semua orang," tutup Mgr. Piero Pioppo.

Monsignor Piero Pioppo dikukuhkan sebagai Duta Besar Tahta Suci Vatikan untuk Republik Indonesia sejak 8 September 2017, oleh Paus Fransiskus. Sebagai perwakilan Vatikan di Indonesia Mgr. Piero Pioppo tidak hanya menjalani perannya sebagai pejabat negara, namun terlibat langsung dalam berbagai pelayanan Gereja Katolik hingga menjangkau ke pelosok negeri. Pada tahun 2023 lalu misalnya, Mgr. Piero Pioppo mendatangi langsung wilayah Ayawasi, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, untuk memimpin Misa Penahbisan Gereja Katolik Santo Yoseph Ayawasi.

 

Komentar