Sabtu, 04 Juli 2026 | 05:54
NEWS

Keris Luk 7 dari Riau, Warisan Budaya Melayu Bernilai Tinggi

Keris Luk 7 dari Riau, Warisan Budaya Melayu Bernilai Tinggi
Keris Luk 7 dari Riau (Dok Askara)

ASKARA - Salah satu pusaka yang mencerminkan kejayaan dan kearifan budaya Melayu adalah keris luk tujuh asal Riau. Keris ini bukan sekadar senjata tradisional, tetapi juga simbol kehormatan, kebijaksanaan, dan status sosial bangsawan Melayu.

Keris Riau umumnya memiliki bilah ramping dengan lekuk (luk) berjumlah tujuh. Bilahnya ditempa dengan teknik tradisional, menghasilkan pola pamor berlapis seperti pamor beras wutah yang diyakini melambangkan kesejahteraan dan ketentraman hidup. Bentuknya menyerupai dapur Sengkelat, namun gaya keseluruhan memperlihatkan kekhasan Melayu pesisir.

Hulu keris bergaya pekaka, melengkung ke depan menyerupai burung menunduk, menandakan sikap hormat dan rendah hati. Warangkanya berhiaskan ukiran emas dan motif flora dengan sentuhan warna hijau, yang kerap dijumpai pada koleksi istana atau pusaka adat Kesultanan Riau–Lingga.

Bagi masyarakat Melayu, keris bukan sekadar benda warisan, melainkan simbol jati diri. Ia hadir dalam berbagai upacara adat, dari pelantikan penghulu hingga prosesi pernikahan, sebagai peneguh martabat dan penanda kehormatan.

Kini, keris luk tujuh asal Riau kian diminati para kolektor dan pemerhati budaya. Nilai estetik, teknik tempa, serta makna filosofisnya menjadikan pusaka ini bagian penting dari warisan budaya Nusantara yang patut dilestarikan.

 

 

Komentar