Mengenal Gadung: Umbi Beracun Kaya Karbohidrat untuk Masa Depan Pangan
Oleh : Daffa Sekar Ariani *
ASKARA - Indonesia kaya akan sumber daya alam salah satunya umbi-umbian. Ubi jalar, talas, dan singkong masih sering kita temui hingga sekarang. Namun seiring waktu, sebagian umbi itu mulai terlupakan salah satunya gadung. Apakah kalian pernah mendengar gadung? Gadung dikenal sebagai umbi beracun, berkulit cokelat dengan bentuk agak bulat yang sering tumbuh liar di kebun ataupun pekarangan.
Gadung termasuk tanaman yang mudah tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia. Tanaman ini mampu hidup di lahan kering maupun tanah yang kurang subur. Keunggulan tersebut menjadikannya salah satu tanaman yang tangguh, meskipun keberadaannya kini jarang diperhatikan. Padahal, dengan kandungan pati yang tinggi, gadung memiliki peluang besar untuk dimanfaatkan kembali.
Gadung memang beracun, tetapi masih bisa dimanfaatkan. Dengan melewati proses perendaman, pencucian, hingga pengeringan berulang mampu menghilangkan racun tersebut. Hasilnya, gadung bisa dimakan dengan diolah menjadi keripik hingga tepung sebagai sumber pati seperti umbi lainnya.
Umbi gadung kaya akan karbohidrat dengan kandungan utama berupa pati, sehingga dapat menjadi sumber energi alternatif bagi tubuh (Sumunar dan Teti, 2015). Umbi ini juga mengandung antioksidan yang dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh serta seratnya yang membantu melancarkan pencernaan. Dengan begitu, gadung bukan hanya menambah pilihan bahan pangan, tapi juga mendukung pemanfaatan kekayaan sumber daya lokal.
Gadung sering dipandang sebelah mata karena label “beracun” yang melekat padanya. Padahal umbi ini menyimpan peluang besar sebagai sumber karbohidrat alternatif. Tak menutup kemungkinan di masa depan gadung justru kembali hadir sebagai pangan lokal yang bernilai.
* Mahasiswa Univ. Sultan Ageng Tirtayasa

Komentar