Anggaran Transparan Jadi Fondasi Pendidikan Inklusif di Bogor
ASKARA - Yayasan Diffable Action Indonesia menggelar Pelatihan Budget Tracking dan Analisis Anggaran Pendidikan di Aula KPPN A1 Bogor. Kegiatan ini diikuti 53 peserta yang mewakili DPRD Kota Bogor, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, KCD Wilayah II, lembaga pendidikan dari TK hingga SLB, serta organisasi masyarakat sipil.
Pelatihan ini bertujuan memperkuat partisipasi publik dalam memastikan transparansi dan efektivitas penggunaan anggaran pendidikan, terutama bagi kelompok difabel dan masyarakat rentan. Yayasan Diffable Action menekankan bahwa akses pendidikan yang adil dan berkualitas hanya dapat tercapai melalui alokasi anggaran yang tepat sasaran.
Anggota DPRD Kota Bogor Komisi IV, Endah Purwanti, S.Pi, yang hadir sebagai narasumber, menegaskan komitmen legislatif untuk memperjuangkan pendidikan inklusif. “DPRD akan memastikan anggaran pendidikan tidak hanya besar secara angka, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan riil, seperti sarana ramah difabel hingga kurikulum yang inklusif,” ujarnya.
Turut hadir dalam kesempatan itu Kepala KPPN Bogor Astryani, SE., MM, Kabid SMP Disdik Kota Bogor Dr. H. Ahmad Furqon, M.Pd, JFU Kelembagaan Kemenag Kota Bogor M. Taufiq Haqiqi, S.Pd.I, M.M, serta Pengawas SMK KCD Wilayah II Hastanti.
Yayasan Diffable Action Indonesia sebelumnya terlibat aktif dalam penyusunan regulasi di Kota Bogor, mulai dari Perwali Pendidikan Inklusi, Raperda Disabilitas, hingga Perda Kesejahteraan Sosial. Bahkan pada 2018, lembaga ini meraih Anugerah Pendidikan dari Pemkot Bogor sebagai Yayasan Difabel Berprestasi.
Dari pelatihan ini, diharapkan muncul rekomendasi kebijakan yang mampu memperkuat pendidikan inklusif di Kota Bogor. Tujuannya bukan sekadar wacana, melainkan langkah nyata agar setiap anak, tanpa terkecuali, mendapat kesempatan yang sama dalam meraih masa depan.

Komentar