Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:08
NEWS

Demo DPR Ricuh: Pelajar-Mahasiswa Kepung Gedung, Polisi Tembakkan Gas Air Mata dan Water Cannon

Demo DPR Ricuh: Pelajar-Mahasiswa Kepung Gedung, Polisi Tembakkan Gas Air Mata dan Water Cannon
Aksi demonstrasi di kompleks DPR/MPR RI, Senin (25/8/2025), memanas hingga berujung bentrokan (Dok Anrico)

ASKARA - Aksi demonstrasi di kompleks DPR/MPR RI, Senin (25/8/2025), memanas hingga berujung bentrokan antara massa dan aparat keamanan. Ribuan peserta aksi yang berasal dari arah Gelora Bung Karno (GBK) dan Bendungan Hilir (Benhil) memadati area belakang gedung DPR, menyebabkan kemacetan parah di kawasan Jalan Gerbang Pemuda.

Pantauan di lokasi, massa dari arah GBK didominasi mahasiswa dengan jaket almamater, sedangkan dari Benhil tampak ratusan pelajar berseragam sekolah. Aksi mereka diwarnai orasi keras yang menyebut “hari matinya setiap aturan di negeri ini” dan tuntutan evaluasi total terhadap sistem demokrasi dan parlemen Indonesia.

Kericuhan pecah saat massa membakar spanduk, mencoret pagar, serta membakar ban di sekitar gerbang. Polisi yang mengawal aksi merespons dengan tembakan gas air mata dan semprotan water cannon. Ledakan petasan juga sempat terdengar, mengakibatkan satu orang terluka di bagian tangan dan dilarikan menggunakan sepeda motor.

Situasi semakin tak terkendali saat massa berpindah ke Gerbang Pancasila dan mencoba menggoyang pagar gedung DPR. Sebagian pelajar melempari area dalam gedung dengan batu dan mencopot spanduk yang terpasang, lalu membakarnya hingga asap hitam membubung tinggi.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo, menyatakan aksi terpaksa dibubarkan karena dinilai tidak kondusif.

"Bapak, Ibu, ini sudah tidak kondusif, banyak pelajar, anak-anak kami. Kami bubarkan karena aksinya sudah tidak kondusif,” ujarnya dari atas mobil pengurai massa.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono memastikan rapat di dalam gedung tetap berjalan meski situasi di luar memanas.

"Jangan sampai suasana di luar menyurutkan amanat kita dalam menunaikan tugas untuk bangsa dan negara,” katanya saat membuka Rapat Dengar Pendapat Umum terkait revisi UU Penyiaran.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan penyekatan di beberapa ruas jalan sekitar DPR. Lalu lintas Jalan Gatot Subroto arah Slipi ditutup, sementara kendaraan dialihkan ke Jalan Gerbang Pemuda dan kawasan Asia Afrika.

 

 

Komentar