Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39
COMMUNITY

Di Tengah Gugatan Hukum, HCB Daftar Calon Ketua Umum PWI Pusat

Di Tengah Gugatan Hukum, HCB Daftar Calon Ketua Umum PWI Pusat
Hendry Ch Bangun ketika mendaftarkan diri jadi bakal calon Ketua Umum PWI Pusat (Dok PWI)

ASKARA - Pendaftaran HCB diwarnai sorotan soal dualisme PWI dan perkara hukum yang belum dicabut, Kongres Persatuan 2025 jadi ajang penentuan masa depan organisasi wartawan tertua di Indonesia.

Hendry Ch. Bangun (HCB) mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat periode 2025–2030, Sabtu (23/8), di Hall Dewan Pers, Jakarta. HCB menjadi bakal calon kedua yang mendaftar setelah Akhmad Munir, yang sehari sebelumnya menyerahkan berkas pendaftaran.

Dalam kesempatan itu, HCB menyerahkan dukungan dari 17 PWI provinsi. Ia menyebut angka tersebut memiliki makna simbolis.
"Kami menyerahkan dukungan dari 17 PWI provinsi, karena ini bulan kemerdekaan, memperingati 17 Agustus. Kenapa saya maju lagi? Karena saya ingin melanjutkan beberapa program, seperti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) gratis di seluruh Indonesia," ujarnya usai pendaftaran.

Meski demikian, Ketua Steering Committee (SC) Kongres, Zulkifli Gani Ottoh (Zugito), menegaskan bahwa semua dokumen dukungan masih harus diverifikasi Tim Penjaringan.
"Dokumen dukungan dari PWI provinsi akan diverifikasi satu per satu. Keputusan sah atau tidaknya baru ditetapkan setelah batas akhir pendaftaran calon, yaitu Senin, 25 Agustus 2025 pukul 23.59 WIB," kata Zugito, didampingi anggota Tim Penjaringan.

Selain mencalonkan diri sebagai Ketua Umum, HCB juga mendaftarkan Sihono HT, Ketua Dewan Kehormatan PWI DIY, sebagai pasangannya untuk posisi Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat 2025–2030.

HCB datang bersama sejumlah tokoh pendukung, di antaranya Farianda Putra Sinik (Ketua PWI Sumut), Zaenal Helmi (Ketua PWI Kalsel), dan Sayid Iskandarsyah. Dalam sambutannya, Farianda menegaskan bahwa Kongres Persatuan PWI 2025 harus menjadi momentum pemersatu organisasi.
"Semua pihak yang sempat berkonflik harus bersatu kembali. Yang menang didukung, yang kalah dirangkul," katanya.

Namun, pernyataan tersebut mengundang sorotan karena hingga kini masih ada gugatan perdata di PN Jakarta Pusat kepada dewan pers dan PWI kubu Zulmansyah serta laporan polisi terkait dualisme PWI yang dilakukan oleh kubu HCB. Hal ini memunculkan pertanyaan: apakah Kongres benar-benar mampu mengakhiri perpecahan jika perkara hukum belum dicabut?

Kongres Persatuan PWI 2025 dijadwalkan berlangsung 29–30 Agustus 2025 di BPPTIK Komdigi, Cikarang, Bekasi. Agenda utamanya adalah pemilihan Ketua Umum dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat periode 2025–2030, tanpa pembahasan PD/PRT atau laporan pertanggungjawaban.

Dengan dua kandidat utama—Hendry Ch. Bangun dan Akhmad Munir—Kongres ini menjadi penentu arah PWI ke depan: tetap terjebak dalam konflik atau memasuki era baru yang lebih solid dan profesional.

 

 

Komentar