Minggu, 12 Juli 2026 | 23:49
MILITER

Ksatria Berkuda Ronggolawe, Simbol Kehormatan di Monas

Ksatria Berkuda Ronggolawe, Simbol Kehormatan di Monas
Perwira Berkuda Ronggolawe (Dok Edo)

ASKARA - Derap kaki kuda terdengar mantap di jalanan sekitar Monumen Nasional (Monas), Minggu (17/8/2025). Di tengah sorak-sorai warga yang memenuhi kawasan upacara, Resimen Kavaleri Berkuda Ronggolawe tampil gagah mengawal iring-iringan Bendera Pusaka dan Teks Proklamasi. Keanggunan barisan berkuda ini menambah khidmat peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pasukan berkuda ini tampak memukau dengan seragam kebesaran berwarna merah marun dan biru tua lengkap dengan sepatu bot hitam mengkilap serta helm berplume putih dan kuning yang menjulang. Pelana kuda dihiasi ornamen emas sederhana, sementara kain pelindung punggung kuda bercorak biru dan merah dengan logo kesatuan. Sebagian prajurit menggenggam tombak dengan bendera kecil merah putih di ujungnya, melambai-lambai mengikuti langkah kuda yang gagah.

Deretan kuda yang digunakan juga tak kalah memikat. Ada kuda berwarna cokelat tua, hitam legam, hingga putih keperakan, semuanya tampak terawat dengan bulu mengkilap dan surai yang tersisir rapi. Gerak mereka tenang namun bertenaga, menandakan latihan panjang yang penuh disiplin. Tepuk tangan penonton sesekali pecah ketika kuda-kuda itu melangkah serentak dalam formasi rapat.

Nama Ronggolawe yang disandang pasukan ini berasal dari Adipati Tuban di era Majapahit, seorang panglima yang setia dan berani menegakkan kebenaran. Filosofi itu diwujudkan dalam setiap penampilan prajurit kavaleri berkuda: disiplin, setia pada tugas, dan gagah dalam sikap. “Setiap kuda adalah sahabat kami, mereka bagian dari jiwa pasukan ini,” ujar seorang prajurit kavaleri, menegaskan ikatan kuat antara penunggang dan tunggangannya.

Kehadiran Resimen Kavaleri Berkuda Ronggolawe bukan sekadar tontonan seremonial, tetapi simbol keberanian dan kehormatan. Di balik megahnya Monas dan hiruk pikuk ibu kota, derap kuda Ronggolawe seolah menghadirkan kembali jejak ksatria Nusantara yang mengawal kehormatan bangsa.

 

 

Komentar