Kamis, 04 Juni 2026 | 05:22
MILITER

Tugas Mulia di Tanah Perjuangan: 25 Tenaga Medis TNI Berlayar ke Palestina Bawa Harapan dan Nyawa

Tugas Mulia di Tanah Perjuangan: 25 Tenaga Medis TNI Berlayar ke Palestina Bawa Harapan dan Nyawa
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto melepas keberangkatan Satgas Kesehatan TNI Gelombang IV ke Palestina di Ruang Rapat Palapa, Kementerian Pertahanan, Kamis (14/8). (Dok Kemhan RI)

ASKARA - Dengan tekad dan doa, 25 tenaga medis terbaik TNI hari ini meninggalkan Tanah Air untuk misi yang jauh dari kata mudah. Mereka menuju Palestina, wilayah yang setiap harinya bergulat dengan konflik dan penderitaan, membawa satu tujuan: menyelamatkan nyawa dan menyalakan kembali harapan di tengah puing-puing peperangan.

Pelepasan Satuan Tugas (Satgas) Kesehatan TNI Gelombang IV ini dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI, Donny Ermawan Taufanto, di Ruang Rapat Palapa, Kementerian Pertahanan, Kamis (14/8/2025). Selama empat bulan ke depan, mereka akan menjadi garda terdepan kemanusiaan Indonesia di Tanah Perjuangan.

“Misi ini adalah tugas yang sangat mulia, sebuah ibadah bagi kemanusiaan. Anda semua akan menolong orang-orang yang sangat membutuhkan bantuan. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan seperti ini,” ujar Wamenhan dengan nada penuh kebanggaan.

Ia mengingatkan bahwa misi ini adalah amanah langsung dari Presiden Joko Widodo, yang memantau pelaksanaannya secara intensif. “Anda semua membawa nama baik presiden dan negara Indonesia. Jagalah nama baik itu dengan melaksanakan tugas sebaik-baiknya,” tegasnya.

Satgas yang dipimpin Kolonel Ckm dr. Komang Agus Wirawan, Sp.B., beranggotakan tenaga medis dari berbagai spesialisasi — ortopedi, anestesi, penyakit dalam, radiologi, rehabilitasi medik — lengkap dengan perawat, analis, dan tenaga farmasi. Mereka akan menggantikan Satgas Gelombang III yang telah melayani 7.247 pasien dan melakukan 131 operasi di Floating Hospital UEA, Al Arish, Mesir.

Kali ini, Satgas akan ditempatkan di Field Hospital Raffah, Palestina, dan Floating Hospital Al Arish, melanjutkan estafet kemanusiaan yang menjadi simbol persahabatan Indonesia dengan Palestina. Mereka dijadwalkan berangkat menuju Abu Dhabi untuk serah terima tugas, sebelum melanjutkan perjalanan ke medan penugasan.

Wamenhan berpesan, “Jaga keselamatan, kesehatan, dan kekompakan tim. Kembalilah ke Tanah Air dengan selamat setelah menunaikan tugas mulia ini.”

 

 

Komentar