Kamis, 23 Juli 2026 | 10:06
MILITER

TNI Beraksi! Wakil Panglima OPM Ditembak Mati

TNI Beraksi! Wakil Panglima OPM Ditembak Mati
Anggota OPM (Dok FB OPM)

ASKARA - Di tengah semangat menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kedaulatan negara dan keselamatan rakyat. Salah satu tokoh utama Organisasi Papua Merdeka (OPM), Mayer Wenda alias Kuloi Wonda, berhasil dilumpuhkan dalam sebuah kontak senjata di Kampung Mukoni, Distrik Mukoni, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, Selasa (5/8) sore.

Mayer yang menjabat sebagai Wakil Panglima Kodap XII/Lanny Jaya ini telah lama menjadi buronan negara, masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 2014. Ia terlibat dalam berbagai aksi kekerasan terhadap aparat dan masyarakat sipil, termasuk penyerangan Mapolsek Pirime dan pembunuhan anggota Polri.

“Ini bagian dari tugas pokok TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 3 Tahun 2025,” tegas Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Kristomei Sianturi, Rabu (6/8/2025).

Dalam operasi yang berlangsung pukul 16.30 WIT itu, Mayer Wenda bersama kelompoknya melakukan perlawanan bersenjata. TNI pun merespons dengan tindakan tegas, cepat, dan terukur. Selain Mayer, seorang lainnya yang diduga adiknya, Dani Wenda, turut tewas di lokasi kejadian.

“Jenazah keduanya telah dievakuasi ke RSUD Wamena untuk identifikasi lebih lanjut. Ini bukan sekadar penegakan hukum, ini adalah bentuk nyata pengabdian TNI untuk menjaga keutuhan NKRI,” ujar Kristomei.

Dalam penggerebekan tersebut, prajurit TNI juga mengamankan barang bukti berupa senjata api jenis revolver, 24 butir amunisi, dua KTP, dua ponsel, uang tunai, dan satu buah noken khas Papua.

Operasi ini menandai keberhasilan TNI dalam menjaga stabilitas nasional menjelang Hari Kemerdekaan. “Keberhasilan ini adalah bukti profesionalisme prajurit TNI. Kami bertindak sesuai hukum dan selalu mengedepankan prinsip kehati-hatian,” tegas Kristomei.

Namun, ia juga menekankan bahwa pendekatan militer bukan satu-satunya cara. “Kami terus mengedepankan cara-cara humanis dan dialogis. Papua adalah bagian dari NKRI yang kita cintai bersama,” imbuhnya.

Dengan keberhasilan ini, TNI kembali menegaskan pesan penting: Tidak ada tempat bagi separatisme bersenjata di bumi pertiwi. Kedaulatan NKRI adalah harga mati.

 

Komentar