Warisan Digital Juniver Girsang: 10 Tahun Mewujudkan PERADI SAI yang Modern dan Taat Konstitusi
ASKARA - Juniver Girsang resmi menutup masa jabatannya sebagai Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia Suara Advokat Indonesia (PERADI SAI) setelah memimpin selama dua periode, dari 2015 hingga 2025. Ia meninggalkan warisan penting berupa modernisasi organisasi dan kepatuhan terhadap konstitusi internal.
“Saya tunduk pada AD/ART organisasi. Karena itu, saya tidak mencalonkan diri kembali,” ujar Juniver dalam sambutannya pada Musyawarah Nasional (Munas) PERADI SAI di Hotel Anvaya, Bali, Minggu (27/7).
Meski banyak desakan dari anggota, termasuk advokat senior, agar kembali maju untuk periode ketiga, Juniver menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan organisasi adalah prinsip yang harus dijaga.
Lonjakan Anggota dan Cabang
Selama masa kepemimpinannya, PERADI SAI menunjukkan pertumbuhan signifikan. Dari semula 3.414 anggota dan 22 cabang pada 2015, kini organisasi ini telah berkembang menjadi sekitar 14.000 anggota dengan 66 cabang di seluruh Indonesia.
“Itu berarti PERADI SAI memang terbukti bisa dipercaya oleh para advokat,” tegas Juniver.
Pelopor E-Court dan Sosialisasi Teknologi
Juniver juga dikenal sebagai pelopor dalam pemanfaatan teknologi di dunia advokat. Ia menjadi advokat pertama yang memiliki akun e-court saat sistem itu mulai diterapkan di Pengadilan Negeri Surabaya.
Tak hanya itu, PERADI SAI menjadi mitra strategis Mahkamah Agung dalam menyosialisasikan e-litigasi, menunjukkan kepercayaan dari pemangku kepentingan terhadap organisasi yang dipimpinnya.
“Visi kita sejak awal adalah menguasai teknologi informasi. Karena itu, kita terus dorong digitalisasi dalam dunia advokat,” ujarnya.
Perjuangan Legislasi dan Perlindungan Advokat
PERADI SAI juga aktif memberi masukan dalam penyusunan RUU KUHAP. Empat usulan organisasi diakomodir DPR, termasuk pasal perlindungan hukum bagi advokat yang menjalankan tugasnya dengan itikad baik serta penghapusan larangan komunikasi dengan klien.
Warisan Laptop untuk DPC
Menjelang akhir masa jabatannya, Juniver memberikan satu unit laptop kepada setiap Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PERADI SAI di seluruh Indonesia. Inisiatif ini bertujuan mendukung komunikasi dan pendidikan berbasis digital antarstruktur organisasi.
“Harapan saya, ketua baru tidak perlu repot undang rapat. Cukup pakai Zoom, komunikasi dan pendidikan bisa berjalan efektif,” katanya.
Kepemimpinan Baru
Kini, tongkat estafet kepemimpinan PERADI SAI berpindah ke tangan Harry Ponto sebagai Ketua Umum dan Patra M. Zen sebagai Sekretaris Jenderal. Keduanya terpilih dalam Munas PERADI SAI 2025 yang berlangsung di Bali.

Komentar