Koperasi Merah Putih Diklaim untuk Kembalikan Arah Ekonomi Pancasila
ASKARA- Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan Koperasi Merah Putih. Langkah tersebut menuai pujian seperti yang disampaikan mantan wakil ketua DPR Fahri Hamzah.
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP) RI ini menyebut langkah itu sebagai tonggak penting dalam mengembalikan arah perekonomian nasional ke jalur berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Dalam tulisan reflektif yang dibagikan lewat akun media sosial yang dikutip, Rabu (23/7/2025), Wakil Ketua Partai Gelombang Rakyat ((Gelora) ini menegaskan kalau kehadiran Koperasi Merah Putih menandai komitmen serius Presiden Prabowo terhadap kebangkitan ekonomi kerakyatan.
Dia mengutip pesan Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya koperasi sebagai alat perjuangan bagi masyarakat kecil.
“Orang-orang lemah harus berkumpul, koperasi adalah alat perjuangan kaum yang lemah. Seperti lidi, mudah patah kalau sendiri, tapi kuat jika bersatu,” kutip Fahri dari pidato Presiden.
Menurutnya, selama ini sistem kapitalisme global telah melahirkan ketimpangan ekonomi akut, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Nah, koperasi dinilai menjadi alternatif yang adil dan inklusif karena berpijak pada semangat gotong royong, kesetaraan, dan keadilan sosial.
Dia kemudian merefleksikan jejak rekam keluarga Presiden Prabowo yang mewaris semangat memperjuangkan ekonomi kerakyatan. Margono Djojohadikusumo, kakek Prabowo, sebut Fahri adalah pendiri Bank Negara Indonesia (BNI), dikenal sebagai tokoh yang memajukan koperasi demi akses keuangan bagi rakyat. Begitu pula dengan ayah Prabowo, Prof. Sumitro Djojohadikusumo, turut memperkuat fondasi ekonomi berbasis kekeluargaan melalui gagasan dan kebijakan yang pro-rakyat.
“Presiden Prabowo bukan orang baru dalam gerakan koperasi. Ia tumbuh dalam tradisi itu, dan hari ini menunjukkan keberpihakan nyata sebagai pemimpin bangsa,” ujarnya.
Fahri Hamzah mengatakan koperasi menawarkan keunggulan struktural dalam menyusun sistem ekonomi yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga pemerataan dan keberlanjutan. Nilai-nilai seperti kesetaraan anggota, musyawarah mufakat, dan asas kekeluargaan menjadikan koperasi sebagai bentuk ideal ekonomi Pancasila.
Untuk itu pihaknya berharap peresmian Koperasi Merah Putih menjadi titik balik dalam membangun ekonomi nasional yang lebih berpihak kepada rakyat, seraya menghidupkan kembali semangat Bung Hatta yang menyebut koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional.
“Koperasi Merah Putih adalah simbol harapan, bahwa kita sedang menuju ekonomi yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan. Saya mengapresiasi seluruh penggerak, anggota, dan aktivis koperasi di Indonesia yang kini mendapat dukungan langsung dari seorang Presiden yang memahami akar historis perjuangan ekonomi rakyat,” kata Fahri Hamzah. (dry)

Komentar