Tambah Bantuan Sembako, PMI Siap Siaga
ASKARA — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Semarang resmi menambah persediaan paket bantuan sembako sebagai upaya antisipasi bencana akibat tingginya curah hujan. Kesiapan ini dilakukan untuk meringankan beban masyarakat terdampak bencana sekaligus mempercepat penyaluran bantuan darurat saat kondisi mendesak.
Ketua PMI Kabupaten Semarang, Djarot Supriyoto, menekankan pentingnya memperkuat kinerja PMI hingga ke tingkat kecamatan. Langkah ini dianggap strategis agar penanganan darurat dapat segera dijalankan, sesuai kondisi dan kebutuhan nyata di masing-masing wilayah.
“Kami terus berupaya meningkatkan intensitas pelayanan, termasuk memperluas sarana dan prasarana yang bisa langsung dimanfaatkan oleh para pengurus di tingkat kecamatan. Selain itu, kami juga melibatkan para sukarelawan agar pelayanan dapat berjalan lebih optimal,” ungkap Djarot.
PMI Kabupaten Semarang telah menyiapkan 239 paket sembako untuk korban bencana pada tahun ini. Hingga akhir semester pertama 2025, sedikitnya 120 paket sudah disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI, Moh Taufik, pergeseran anggaran dilakukan agar stok bantuan tetap aman dan siap pakai. Terlebih, curah hujan tinggi meningkatkan potensi bencana seperti banjir dan tanah longsor di beberapa daerah.
“Bantuan sembako diharapkan dapat meringankan pengeluaran warga terdampak. Selain itu, sembako juga menjadi salah satu bantuan darurat yang paling cepat dimanfaatkan,” jelas Taufik saat rapat kerja di Getasan, Minggu (6/7/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Taufik juga menyampaikan bahwa PMI sudah menyiapkan 400 ribu liter air bersih untuk mengantisipasi kemungkinan bencana kekeringan. Namun, jika terjadi kemarau basah seperti perkiraan BMKG, anggaran air bersih bisa dialihkan untuk menambah stok sembako.
“Jika kebutuhan air bersih tidak sebanyak yang diperkirakan, maka bisa kami geser dan dimanfaatkan untuk memperkuat cadangan bantuan sembako,” tambahnya.
Selain sembako dan air bersih, PMI Kabupaten Semarang terus menjalankan berbagai layanan kemanusiaan lainnya. Beberapa di antaranya adalah ambulans gratis, pengantaran kebutuhan darah ke pasien di rumah sakit, layanan fogging untuk pencegahan demam berdarah, hingga klinik pratama yang berlokasi di Bergas.
Kepala Klinik PMI, Nurhadi Wahyu J, mencatat pada awal Juli 2025 ada 1.499 warga yang memanfaatkan layanan kesehatan melalui jaminan sosial. Capaian ini menjadi bukti peran aktif PMI dalam mendukung kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Rapat kerja di Getasan tersebut dibuka oleh Ketua PMI, Djarot Supriyoto, serta dihadiri seluruh pengurus, termasuk Kepala Unit Donor Darah (UDD) dr Diyah Fitriyani dan jajarannya. Forum ini menjadi ruang evaluasi sekaligus perumusan langkah ke depan, agar PMI semakin sigap dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.
Melalui berbagai program kemanusiaan dan kesiapsiagaan bencana, PMI Kabupaten Semarang berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Diharapkan, seluruh upaya ini bisa mempererat solidaritas sosial dan meminimalkan dampak bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi. (Dwi Taufan Hidayat)

Komentar