Tarian Nusantara Siap Harumkan Indonesia di Eropa
ASKARA - Karsa Seni Indonesia (KSI) kembali mengukir jejak budaya ke pentas dunia. Komunitas seni yang dipimpin Anita Pandjaitan ini menggelar pertunjukan pamit bertajuk "Exquisite Indonesia", Sabtu (5/7) di Teater Pertunjukan Bulungan, Jakarta Selatan. Acara ini menjadi penanda keberangkatan tim KSI dalam misi budaya ke empat negara Eropa: Serbia, North Macedonia, Rumania, dan Polandia, pada 14-26 Agustus 2025 mendatang.
Dalam kesempatan itu, KSI menampilkan beragam karya tari kreasi yang memadukan kekayaan budaya Indonesia dari delapan daerah dengan sentuhan artistik modern. Koreografer ternama Frank Adam Rorimpandey, yang akrab disapa Tobby, dipercaya sebagai penanggung jawab artistik, sementara komposisi musik tradisional yang dinamis ditata apik oleh Roebby Amoeng.
"Melalui harmoni gerak, musik, dan makna, kami ingin menampilkan Indonesia yang sangat cantik. Ini bukan sekadar pertunjukan, tapi perayaan keberagaman yang lahir dari riset dan pengalaman bertahun-tahun," ujar Tobby.
Sepuluh tarian yang akan dibawakan mewakili kekayaan budaya Nusantara. Di antaranya adalah Nyonya Kebaya, yang mengangkat kehormatan dan keanggunan perempuan Indonesia melalui busana tradisional; Topeng Jingga, tari Betawi yang memadukan unsur jenaka dan adat; hingga Belian Canang, tarian Dayak yang sarat makna spiritual dan keindahan alam.
Ketua KSI Anita Pandjaitan menjelaskan bahwa misi budaya ini melibatkan penari lintas generasi, mulai dari mahasiswa, remaja, hingga ibu-ibu, yang telah berlatih intensif sejak Desember 2024. "Kami ingin dunia mengenal Indonesia bukan hanya lewat keindahan alamnya, tapi juga lewat kekayaan budayanya yang begitu beragam," kata Anita.
Penampilan mereka akan mewarnai panggung berbagai festival bergengsi, seperti Festival International Student dan Ethnofest Cacak di Serbia, Linden Days Festival di North Macedonia, Hura of Ancestors di Romania, hingga Vistula Folk Festival di Polandia.
Pembina KSI, aktris senior Niniek L Karim, turut memberikan dukungan penuh. Ia menegaskan pentingnya melestarikan budaya bangsa. "Kita punya warisan budaya yang luar biasa dari Sabang sampai Merauke. Ini adalah kebanggaan yang harus terus diwariskan ke generasi muda," tegasnya.
Tak hanya para penari, misi budaya ini juga didukung musisi muda dari SMA dan SMK yang terlibat dalam pengiringan musik tradisional. Roebby Amoeng berharap, semangat generasi muda menjaga budaya terus menyala. "Jangan tinggalkan budaya kita. Budaya adalah perekat kita sebagai bangsa," ujarnya.
Misi budaya ini bukan semata pertunjukan seni, melainkan diplomasi budaya yang membangun citra Indonesia di mata dunia. Dengan warna-warni kostum daerah, musik tradisional, dan gerak tari Nusantara, KSI siap membawa harum nama Indonesia ke kancah internasional.
Sukses untuk Karsa Seni Indonesia, harumkan Nusantara di Eropa!

Komentar