STIPAS Kupang Bahas SDM Unggul di Era Industri 5.0
ASKARA - Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAS) Keuskupan Agung Kupang menggelar Kuliah Umum Internasional bertajuk “Digital Transformation Towards Superior Human Resources in Industry 5.0”, Sabtu, 28 Juni 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh mahasiswa, dosen, pegawai STIPAS, serta perwakilan berbagai perguruan tinggi Katolik dan swasta dari Indonesia dan Timor Leste.
Dua narasumber dihadirkan dalam kegiatan ini, yakni Frei Dr. Joel Casimiro Pinto, OFM, Rektor Universidade Catolica Timorense Sao Joao Paulo II Timor Leste, serta R.P. Antonius Setya Herawan, MSF, mahasiswa doktoral Teologi Dogmatik di Pontificia Università Gregoriana, Roma, Italia. Acara ini dipandu oleh Bonefantura J. Bria, S.Pd., M.Pd selaku moderator.
Ketua STIPAS Keuskupan Agung Kupang, Dr. Florens Maxi Un Bria, S.Ag., M.Sos menegaskan bahwa transformasi digital adalah kunci pembentukan sumber daya manusia (SDM) unggul dan adaptif di tengah perkembangan pesat teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), big data, dan robotika kolaboratif.
"Industri 5.0 bukan sekadar integrasi teknologi, tetapi tentang mengembalikan manusia sebagai pusat inovasi dan nilai. Transformasi digital harus memberdayakan manusia, bukan menggantikannya," tegas Dr. Maxi.
Dalam pemaparannya, R.P. Antonius Setya Herawan membahas hubungan antara iman, pembebasan manusia, dan tantangan era modern. Ia mengutip pemikiran teolog Karl Rahner yang menekankan bahwa pemahaman tentang manusia tidak bisa dilepaskan dari pemikiran tentang Kristus dan anugerah ilahi.
"Era ini menuntut kita untuk berani melampaui batas diri, mengeksplorasi hal-hal baru, dan tetap menumbuhkan harapan, bahkan di tengah kegelapan," ujar Antonius.
Sementara itu, Frei Dr. Joel Casimiro Pinto memaparkan konsep Masyarakat 5.0, di mana kecerdasan buatan, IoT, machine learning, dan big data diintegrasikan untuk memecahkan masalah sosial dan membentuk cara berpikir serta berelasi manusia.
"Hingga kini, 66,6% penduduk dunia menggunakan ponsel, 59,5% internet, dan 53,6% aktif di media sosial. Fakta ini membentuk paradigma baru dalam hubungan kita dengan Tuhan, sesama, dan alam semesta," jelas Frei Joel.
Ia menekankan bahwa kehadiran Industri 5.0 merupakan tantangan sekaligus peluang besar untuk melahirkan SDM unggul yang siap menghadapi perubahan zaman.
Kuliah umum ini juga dihadiri oleh perwakilan Universitas Nusa Cendana, Universitas Muhammadiyah Kupang, STP Dian Mandala Gunungsitoli, SD YPPK Ayapokiar Papua Barat Daya, STPK Santo Benediktus Sorong, STPK Bina Insan Keuskupan Agung Samarinda, serta para calon wisudawan STIPAS Kupang angkatan ke-23.

Komentar