Rabu, 22 Juli 2026 | 09:47
COMMUNITY

Tanaman Refugia: Senjata Rahasia Petani Hadapi Penggerek Batang Padi

Tanaman Refugia: Senjata Rahasia Petani Hadapi Penggerek Batang Padi
Tanaman Refugia (ist)

ASKARA - Penggerek batang padi adalah momok bagi petani karena mampu menyerang pada fase awal hingga akhir pertumbuhan. Hama ini menyerang sejak awal pertumbuhan hingga menjelang panen. 

Di fase vegetatif, larvanya menyerang pembuluh dalam batang dan menyebabkan gejala sundep, yakni pucuk padi menguning, kering, dan mudah dicabut. Saat fase generatif, hasil panen bisa anjlok karena malai kosong tak terisi sempurna. Hasil panen? Bisa gagal total.

Namun kini, ada kabar baik: petani tidak sendirian. Ada solusi ramah lingkungan: tanaman refugia, tumbuhan yang ditanam di sekitar tanaman utama dengan tujuan untuk menyediakan tempat berlindung, sumber makanan, atau sumber daya lain bagi musuh alami hama, seperti predator dan parasitoid. 

Refugia adalah tanaman bunga yang dijadikan tanaman hias karena warna-warni bunganya yang menarik dan indah di pandang. Biasanya kita akan melihat bunga ini di halaman dan taman saja. Lalu, apa jadinya jika tanaman refugia di tanam di areal persawahan? Tentu saja sawah kita akan semakin terlihat indah dengan bunga yang berwarna-warni.

Pemanfaatan tanaman refugia sebagai mikrohabitat serangga hama dan musuh-musuh alami dapat diterapkan di lahan persawahan ataupun lahan sayuran dan buah-buahan untuk mengendalikan hama secara alamiah. 

Penanaman refugia akan mengurangi biaya usaha tani untuk pengendalian hama secara kimiawi sehingga keuntungan petani dapat meningkat dan lingkungan tetap terjaga dengan sehat untuk pertanian berkelanjutan.

Dengan adanya tanaman refugia, musuh alami hama dapat berkembang biak dan berkumpul di sekitar tanaman utama, sehingga dapat membantu mengendalikan populasi hama secara alami. Refugia menyediakan nektar, serbuk sari, dan embun madu yang dibutuhkan musuh alami agar tetap hidup dan berkembang. 

Selain itu, ternyata jika ditanam di sawah terdapat manfaat yang besar untuk meningkatkan hasil produksi padi kita, populasi hama seperti penggerek batang bisa ditekan tanpa harus bergantung pada pestisida berlebih.

Contoh refugia yang efektif antara lain tanaman dari famili Umbelliferae, Leguminosae, dan Asteraceae. Dengan strategi ini, petani tidak hanya menjaga hasil panen tetap tinggi, tapi juga merawat keseimbangan ekosistem sawah.

Tanaman refugia biasanya berasal dari famili Umbelliferae, Leguminosae, dan Compositae (Asteraceae). Selain memperindah pemandangan sawah, mereka juga membawa harmoni ekologis dan mendukung pertanian berkelanjutan.

Dikutip pertanian.lomboktengahkab.go.id,  definisi tanaman refugia adalah pertanaman beberapa jenis tumbuhan yang dapat menyediakan tempat perlindungan, sumber pakan atau sumberdaya yang lain bagi musuh alami seperti predator dan parasitoid ((Nentwig, 1998; Wratten et al., 1998) dalam Allifah et.al 2013 dan Pertiwi 2014)). 

Hal ini dikarenakan serangga predator sangat menyukai warna cerah dan terang pada mahkota bunga refugia, sehingga dapat menarik datangnya serangga-serangga musuh alami sebagai tempat berlidung dan berkembang biak sementara menemukan inang yang baru di tanaman bunga refugia tersebut. 

Selain mahkota bunga refugia juga menghasilkan madu dan nectar yang sangat disukai oleh predator sebagai bahan makanannya, juga predator dapat dengan mudah menemukan mangsa yang bersembunyi di sekitar tanaman refugia tersebut.

Manfaat besar yang bisa didapat adalah akan tercipta ekosistem yang lebih stabil sehingga akan menjaga keseimbangan ekosistem hama dan musuh alami seperti lebah, kumbang, laba-laba dan capung disekitar areal persawahan. 

Jika kelestarian musuh alami terjaga maka akan mampu menekan perkembangbiakan hama dan penyakit yang akan menyebabkan peningkatan produksi karena tanaman padi kita sehat.

Bunga-bunga yang bisa dijadikan tanaman refugia pada dasarnya adalah tanaman yang memiliki bunga yang berwarna cerah dan terang contohnya adalah bunga matahari (Helianthus annuus), bunga kertas Zinnia (Zinnia ellegans), bunga kenikir (Cosmos caudatus), bunga jengger ayam, bunga celosia, bunga pacar air dan bunga tahi ayam (marigold). 

Selain tanaman berbunga, tanaman yang bisa dijadikan refugia adalah gulma dan sayuran. Contoh gulma yang bisa menjadi tanaman refugia adalah gulma dari bangsa asteraceae seperti babadotan, dan ajeran. Sedangkan sayuran seperti jagung, pohon turi dan kacang panjang. (Dari berbagai sumber)

Komentar