Rabu, 22 Juli 2026 | 03:57
COMMUNITY

Yayasan WINGS Peduli Perluas Pembinaan Bank Sampah di Surabaya dan Bekasi

Yayasan WINGS Peduli Perluas Pembinaan Bank Sampah di Surabaya dan Bekasi
Pembinaan Bank Sampah di Surabaya dan Bekasi (Dok Wings)

ASKARA — Yayasan WINGS Peduli terus memperkuat komitmennya dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas melalui perluasan program pembinaan bank sampah di Surabaya dan Bekasi. Dua bank sampah baru yang kini dibina adalah Gang Wolu Ninu Ninu (Surabaya) dan Gratera (Bekasi), sebagai bagian dari kampanye lingkungan bertajuk #PilahDariSekarang.

Inisiatif ini menggandeng Waste4Change dan menyusul keberhasilan dua unit sebelumnya, yakni Bank Sampah Kartini 09 di Jakarta Timur dan B.I.A di Surabaya. Sejak 2024, total sampah anorganik yang telah dikelola dari dua lokasi tersebut telah mencapai lebih dari dua ton.

"Kami berharap masyarakat semakin sadar pentingnya memilah sampah dari rumah. Penambahan unit ini memperluas dampak kampanye #PilahDariSekarang: Kenali, Pilah, dan Setor," ujar Sheila Kansil, perwakilan Yayasan WINGS Peduli.

Bank Sampah Jadi Ujung Tombak Edukasi Sampah

Program ini juga mendukung kebijakan pemerintah melalui Permen LHK No.14/2021 yang menempatkan bank sampah sebagai sarana edukasi, perubahan perilaku, dan penerapan ekonomi sirkular.

Di Jakarta Timur, Bank Sampah Kartini 09 mampu mengelola ratusan kilogram sampah per bulan dari empat RT dengan semangat gotong royong ibu-ibu warga. Sementara itu, Bank Sampah B.I.A di Surabaya bangkit kembali pasca pandemi dan berhasil mengelola lebih dari 1,3 ton sampah anorganik hingga April 2025.

Pendampingan Menyeluruh, Tabungan dari Sampah

Menurut Saka Dwi Hanggara, Campaign Manager Waste4Change, pendampingan tidak hanya fokus pada teknis operasional, tetapi juga pada aspek kelembagaan, regulasi, dan partisipasi warga.

Setiap sampah yang disetorkan ditimbang dan dicatat, lalu dikonversi menjadi saldo tabungan yang bisa dicairkan menjelang hari raya. Sampah kemudian dijual ke Bank Sampah Induk atau mitra daur ulang.

"Tujuan kami adalah menciptakan bank sampah yang mandiri dan berkelanjutan," kata Saka.

Dampak Nyata bagi Warga

Hikmah, pengurus Bank Sampah Kartini 09, mengaku mendapatkan banyak manfaat. “Sekarang saya dan keluarga jadi lebih peduli. Kami juga kurangi sampah dari rumah, misalnya dengan membawa wadah sendiri.”

Sementara itu, Anggita, nasabah Bank Sampah B.I.A, menyebut pendampingan membuat pelatihan makin informatif. “Pemilahan makin detail, seperti minyak jelantah dan plastik sesuai jenis. Warga jadi lebih semangat.”

Kampanye ini menjadi bagian dari komitmen Yayasan WINGS Peduli untuk menjaga lingkungan dan menerapkan filosofi perusahaan bahwa “the good things in life should be accessible for all.”

 

Komentar