Kenakalan Remaja Semakin Meningkat, Tanggung Jawab Siapa?
Oleh: Kusai Murroh, S.Pd., S.H., M.H.
Founder Rumah Klinik Hukum dan Penasehat Hukum LPPH-BPPKB Banten
Remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak menuju dewasa. Pada fase ini, seorang remaja tidak lagi dapat dikategorikan sebagai anak-anak, tetapi juga belum cukup matang untuk disebut dewasa. Mereka sedang dalam proses mencari jati diri dan pola hidup yang sesuai, yang sering kali menimbulkan kesalahan. Kesalahan ini kadang menimbulkan kekhawatiran dan rasa tidak nyaman bagi lingkungan sekitar, terutama orang tua.
Remaja merupakan aset masa depan bangsa. Karena itu, mereka perlu dipersiapkan dengan bekal ilmu pengetahuan, keterampilan, serta akhlak yang baik. Namun sayangnya, belakangan ini kita menyaksikan semakin banyak remaja yang jauh dari nilai-nilai agama dan norma sosial. Media massa sering memberitakan tentang perkelahian pelajar, penyalahgunaan narkoba, penggunaan obat-obatan terlarang, konsumsi minuman keras, hingga tindakan kriminal seperti penjambretan yang dilakukan oleh anak-anak usia belasan tahun. Ironisnya, di era digital saat ini, tidak sedikit remaja yang terjerumus dalam kecanduan judi online (judol).
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa generasi muda kita sedang menghadapi krisis moral yang serius. Kenakalan remaja bukanlah persoalan sepele, melainkan ancaman nyata terhadap masa depan bangsa. Oleh karena itu, permasalahan ini harus menjadi perhatian semua pihak—sekolah, orang tua, masyarakat, dan pemerintah.
Pertama, peran sekolah sangat penting. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal tidak hanya bertugas memberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga bertanggung jawab dalam membentuk karakter siswa. Pembinaan karakter dapat dilakukan melalui kebiasaan positif seperti berdoa sebelum dan sesudah belajar, pelaksanaan sholat dhuha dan dzuhur berjamaah, membaca Asmaul Husna, serta tilawah juz 30 sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Semua ini menjadi bagian dari pendidikan nilai dan norma.
Kedua, peran orang tua juga tak kalah penting. Remaja adalah generasi muda yang memerlukan perlindungan, pembinaan, dan bimbingan secara utuh—baik secara fisik, mental, maupun spiritual. Dalam hal ini, dukungan positif dan partisipasi aktif orang tua sangat dibutuhkan. Orang tua harus menjadi teladan dan tempat pertama bagi anak-anaknya dalam memperoleh nilai dan moral.
Ketiga, peran masyarakat dan pemerintah. Masyarakat dapat turut andil melalui pengawasan sosial dan pembinaan lingkungan yang kondusif, misalnya melalui penyuluhan, bimbingan, atau kegiatan positif yang melibatkan remaja. Pemerintah juga memiliki tanggung jawab besar dalam mengatasi kenakalan remaja, melalui regulasi yang tepat, edukasi publik, serta tindakan hukum yang tegas. Regulasi dapat membatasi akses remaja terhadap barang berbahaya seperti minuman keras dan rokok, sementara edukasi dan sosialisasi penting untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya kenakalan.

Komentar