Selasa, 21 Juli 2026 | 18:46
MILITER

Super Garuda Shield 2025, Latihan Militer Multinasional Terbesar di Asia Tenggara

Super Garuda Shield 2025, Latihan Militer Multinasional Terbesar di Asia Tenggara
Foto bersama peserta Super Garuda Shield 2025 (Dok Puspen TNI)

ASKARA — Tentara Nasional Indonesia (TNI) tengah memasuki tahap akhir persiapan untuk pelaksanaan latihan militer gabungan berskala besar bertajuk Super Garuda Shield (SGS) 2025. Latihan yang digelar setiap tahun ini akan berlangsung pada akhir Agustus mendatang, dengan lokasi tersebar di Baturaja, Dabo Singkep, dan Jakarta. SGS 2025 disebut sebagai latihan militer multinasional terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Dalam Konferensi Perencanaan Akhir (Final Planning Conference) yang digelar di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) pada 24 Mei, Brigadir Jenderal TNI Rudi Hermawan menyampaikan bahwa seluruh rangkaian persiapan telah mencapai 90 persen. Ia menjelaskan bahwa proses panjang perencanaan telah dilakukan sejak awal tahun, mulai dari Concept Development Conference, konferensi awal dan tengah, survei lokasi, hingga konferensi final.

Super Garuda Shield 2025 akan melibatkan 15 negara, baik sebagai kontributor pasukan maupun pengamat. Negara-negara tersebut antara lain Amerika Serikat, Inggris, Australia, Jepang, Korea Selatan, Prancis, Kanada, Jerman, Belanda, Brasil, India, Singapura, Selandia Baru, Kamboja, dan Papua Nugini. Keterlibatan negara-negara tersebut mencerminkan besarnya skala dan pentingnya latihan ini dalam konteks pertahanan kawasan.

Brigjen Rudi menekankan bahwa SGS 2025 bukan hanya sekadar latihan militer, tetapi juga merupakan bentuk nyata kerja sama strategis dan penguatan interoperabilitas antarnegara peserta. “Latihan ini melambangkan kuatnya kolaborasi multinasional dan interoperabilitas antarnegara,” ujarnya dalam konferensi tersebut, Sabtu (24/5).

Dengan hampir seluruh persiapan telah rampung, TNI memastikan bahwa pelaksanaan SGS 2025 akan berlangsung secara profesional, aman, dan efektif. Latihan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan militer antara Indonesia dan negara-negara sahabat, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam dinamika keamanan regional.

Komentar