Selasa, 21 Juli 2026 | 18:32
COMMUNITY

PWI Kabupaten Bogor Gelar OKK 2025, Perkuat Etika dan Kompetensi Wartawan

PWI Kabupaten Bogor Gelar OKK 2025, Perkuat Etika dan Kompetensi Wartawan
PWI Kabupaten Bogor gelar OKK 2025 (Dok Yud)

ASKARA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor kembali menggelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) 2025 sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi dan etika profesi jurnalis. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel M One, Sentul, Bogor, Rabu, 21 Maret 2025.

Sebanyak 49 peserta mengikuti program pelatihan intensif tersebut, dengan mayoritas berasal dari wilayah Bogor. “Pendaftaran hanya kami buka selama tujuh hari, dan alhamdulillah tahun ini didominasi peserta lokal—sebanyak 38 orang dari Bogor,” ujar Ketua Pelaksana OKK PWI Bogor 2025, Nay Nurain.

Ketua PWI Kabupaten Bogor, Dedy Firdaus, membuka acara secara resmi. Dalam sambutannya, Dedy berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta. “Semoga menjadi langkah awal untuk membangun jurnalisme yang lebih berkualitas dan berintegritas,” ucapnya.

Ketua PWI Jawa Barat, Hilman Hidayat, yang turut hadir, menekankan pentingnya kode etik dalam praktik jurnalistik. “Menjadi wartawan profesional itu bukan hanya soal kemampuan menulis atau meliput, tetapi juga soal mematuhi kode etik jurnalistik dan etika profesi,” tegas Hilman.

Selama sehari penuh, peserta menerima materi tentang dasar-dasar jurnalistik, struktur organisasi PWI, serta peran penting wartawan dalam menjaga independensi dan kepercayaan publik. Pelatihan ini menjadi pintu masuk bagi calon anggota PWI untuk memahami dunia kewartawanan secara utuh, baik dari sisi teknis maupun nilai-nilai profesional.

Saat ini, PWI memiliki sekitar 30.000 anggota di 39 provinsi, dengan 2.000 di antaranya berada di bawah naungan PWI Jawa Barat.

Melalui OKK 2025, PWI Kabupaten Bogor berharap dapat melahirkan wartawan yang tidak hanya cakap di lapangan, tetapi juga memiliki komitmen pada etika dan tanggung jawab sosial dalam menjalankan profesinya.

 

Komentar