Juleha Semarang Gelar Pelatihan Kurban 2025 di Salatiga, Peserta Antusias hingga Larut Malam
ASKARA - Sekitar 120 peserta dari berbagai kalangan berkumpul di Masjid Istiqomah, Salatiga, dalam rangkaian program “Go To Masjid” yang digagas DPD Juru Sembelih Halal (Juleha) Kabupaten Semarang. Pelatihan bertema “Manajemen Kurban Tahun 2025” ini berlangsung Sabtu malam (10/5), dan menjadi ajang sinergi antara Juleha Kabupaten Semarang, Juleha Kota Salatiga, serta Takmir Masjid Istiqomah.
Rangkaian kegiatan dimulai selepas salat Magrib berjamaah. Sesi perdana diisi oleh Ustaz Heru Abdul Rozak dari Dewan Syariah DPD Juleha Kabupaten Semarang, yang menyampaikan materi mendalam seputar fiqh kurban. Dalam paparannya, ia menggarisbawahi pentingnya pemahaman hukum dan niat dalam ibadah penyembelihan, serta menghindari praktik-praktik yang berisiko membatalkan syariat.
Memasuki sesi kedua, Coach Aji memberikan pemaparan mengenai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dalam konteks penyembelihan halal. Materi ini berlandaskan Permenaker No. 147 Tahun 2022, yang menjadi rujukan dalam pembentukan SDM kompeten di bidang ini. Ia menegaskan pentingnya legalitas dan prosedur teknis penyembelihan agar profesionalisme tetap terjaga.
Yang menarik, sesi tanya jawab dalam acara ini menjadi magnet tersendiri. Sejumlah peserta melontarkan pertanyaan seputar manajemen antrean saat Iduladha, tata cara memilih hewan yang sahih secara syar’i, hingga pengolahan limbah kurban agar ramah lingkungan. Karena antusiasme tinggi, panitia memutuskan memperpanjang waktu acara hingga pukul 21.30 WIB, meski semula dijadwalkan selesai pukul 20.30 WIB.
Puncak pelatihan diisi oleh Coach Joni, yang membedah secara rinci konsep Manajemen Kurban Terintegrasi. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami alur logistik kurban sejak proses pengadaan hewan, pengecekan kesehatan, hingga distribusi daging agar tepat sasaran. Ia juga menyoroti pentingnya dokumentasi kegiatan sebagai bentuk transparansi kepada donatur dan masyarakat.
Ketua Takmir Masjid Istiqomah, H. Arif Munir, menyambut hangat kegiatan ini. Ia mengapresiasi semangat belajar para peserta serta kerja sama antar-lembaga yang dinilainya mampu menciptakan ekosistem dakwah yang sehat dan produktif. “Ini bukan sekadar pelatihan, tapi investasi spiritual dan sosial menjelang Iduladha,” tuturnya.
Program “Go To Masjid” sendiri telah menjadi agenda rutin DPD Juleha Kabupaten Semarang sejak 2023, dengan misi memperluas edukasi penyembelihan halal ke seluruh lapisan masyarakat. Ketua DPD, Ahmad Syakir, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar membekali panitia kurban dengan kompetensi syariat, teknis, dan manajerial.
Dalam kesempatan itu, panitia juga membuka ruang donasi dakwah melalui rekening Bank Jateng 3-159-09988-1 a.n. Juru Sembelih Halal Kabupaten Semarang, guna mendukung keberlanjutan pelatihan, pengadaan alat, dan pemberangkatan relawan kurban ke wilayah pelosok.
Sebagai kelanjutan dari acara ini, Juleha akan menyambangi Masjid At-Taufik, Banyumanik, pada Sabtu, 17 Mei 2025, dimulai selepas salat Subuh berjamaah. Agenda akan difokuskan pada simulasi lapangan, khususnya praktik pemilihan hewan sehat dan penyembelihan sesuai standar nasional.
Dengan semangat yang masih terasa meski acara telah usai, para peserta membawa pulang bukan hanya modul dan sertifikat, tetapi juga semangat baru untuk mengelola ibadah kurban secara profesional, tertib, dan berkeadaban. (Dwi Taufan Hidayat)

Komentar