Estafet Komando Grup 1 Kopassus: Kolonel Amril Gantikan Kolonel Irfan
Wariskan Tradisi Cinta Lingkungan
ASKARA – Komando Grup 1 Kopassus resmi berganti. Kolonel Inf Amril Hairuman Tehupelasury (Akmil 2002) menggantikan Kolonel Inf Irfan Amir (Akmil 2000) dalam upacara serah terima jabatan yang dipimpin Danjen Kopassus Mayjen TNI Djon Afriandi, Senin (21/4) di Lapangan Ahmad Kirang, Markas Kopassus Cijantung, Jakarta.
Dalam amanatnya, Mayjen Djon Afriandi menekankan pentingnya sinergi dan nilai-nilai luhur dalam setiap langkah prajurit Kopassus. “Disiplin adalah nafas kita, kesetiaan adalah kebanggaan kita, dan kehormatan adalah segalanya,” tegasnya.
Kolonel Amril sendiri bukan sosok baru di lingkungan Grup 1 Kopassus. Ia sebelumnya menjabat sebagai Wadan Grup 1 Kopassus dan pernah menduduki berbagai posisi strategis, termasuk Komandan Sekolah Komando Pusdiklatpassus, Dandim 1414 Tana Toraja, serta Waaspers Kopassus. Amril juga pernah memimpin Satgas TNI Kontingen Garuda XXVI-L2 UNIFIL di Lebanon tahun 2020.
“Saya akan lanjutkan hal-hal baik yang telah diletakkan oleh senior saya, Kolonel Irfan, dan bertekad mengukir prestasi membanggakan bagi satuan Baladika,” ujar Amril.
Museum Para Komando Diresmikan
Momen sertijab ini juga menjadi perpisahan Kolonel Irfan dari markas Serang. Sebelum berangkat mengikuti pendidikan di Bandung, ia meresmikan Museum Para Komando, sebuah gagasan lama yang diwujudkannya untuk mencatat sejarah dan prestasi para prajurit Grup 1 Kopassus.
“Satuan ini perlu memiliki museum. Ini bentuk penghormatan kita kepada para senior yang telah berjuang dengan jiwa, raga, air mata, dan darah,” ucap Irfan, perwira kelahiran Jeneponto, 7 Desember 1978.
Warisan Tradisi Lingkungan
Selain peresmian museum, Kolonel Irfan bersama istri juga menanam pohon di Taman Pohon Kenangan sebagai simbol tradisi baru dalam setiap pergantian komando. Ia menyebut aksi ini sebagai bentuk implementasi pesan almarhum Letjen TNI (Purn) Doni Monardo tentang pentingnya mencintai alam.
“Di medan operasi pun, saya biasakan prajurit untuk menanam pohon. Dan alhamdulillah, 300 prajurit yang saya bawa ke medan tugas selamat dan sukses,” ungkapnya.
Tradisi cinta lingkungan berlanjut dengan kegiatan menabur ikan di Kolam Embung BALADIKA TERRACE dan pelepasan burung, sebagai simbol keterpaduan darat, laut, dan udara.
Pohon Hidup Gantikan Karangan Bunga
Yang menarik dari acara malam harinya di Gedung Balai Baladika Serang adalah barisan bibit pohon yang menggantikan karangan bunga ucapan selamat. Terdapat pohon durian, mangga, kelengkeng, dan jenis buah produktif lainnya.
“Saya harap ini jadi tradisi baru. Bibit pohon lebih bermanfaat secara ekologis dan ekonomis dibanding bunga potong,” ujar Irfan.
Dengan semangat Eka Wastu Baladika, Kolonel Amril kini mengemban tugas komando dan siap membawa Grup 1 Kopassus menjawab tantangan zaman dengan inovasi dan loyalitas tanpa batas.
Parako..!
Baladika..!
Komando..!
(Egy dan Roso)

Komentar