Selasa, 21 Juli 2026 | 10:47
NEWS

Gunung Marapi Kembali Erupsi, Warga Diminta Waspada

Gunung Marapi Kembali Erupsi, Warga Diminta Waspada
Gunung Marapi kembali erupsi (Dok PVMBG)

ASKARA - Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Kamis (3/4) pagi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa erupsi terjadi pukul 07:12 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 1.500 meter di atas puncak atau sekitar 4.391 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur.

"Telah terjadi erupsi Gunung Marapi pada 3 April 2025 pukul 07:12 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1.500 meter di atas puncak," ujar Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, pada Kamis pagi.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,4 mm dan durasi sekitar 1 menit 9 detik. Sebelumnya, Gunung Marapi juga mengalami erupsi pada 1 dan 2 April 2025, dengan ketinggian kolom abu mencapai 1.000 meter pada erupsi 2 April 2025.

Gunung Marapi yang secara administratif berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar saat ini berstatus Level II (Waspada). PVMBG mengeluarkan beberapa rekomendasi bagi masyarakat dan pihak terkait:

1. Masyarakat dan pendaki agar tidak memasuki radius 3 km dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek) Gunung Marapi.

2. Warga di sekitar lembah dan bantaran sungai yang berhulu di puncak gunung agar mewaspadai potensi bahaya lahar, terutama saat musim hujan.

3. Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau menggunakan masker untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA).

4. Masyarakat diminta menjaga ketenangan, tidak menyebarkan hoaks, dan mengikuti arahan pemerintah daerah.

5. Pemerintah daerah di wilayah terdampak agar terus berkoordinasi dengan PVMBG dan Pos Pengamatan Gunung Marapi di Bukittinggi.

6. Informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Marapi dapat diakses melalui website dan media sosial PVMBG serta aplikasi Magma Indonesia.

Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengikuti perkembangan terkini untuk menghindari risiko yang lebih besar akibat aktivitas vulkanik ini.

 

 

Komentar