Kisah Heroik Letkol Anumerta RE Soegihardjo, Perwira Rohani Katolik yang Gugur di Timor Timur
ASKARA - Seorang pensiunan TNI-AD berpangkat Kolonel, Fransiskus Lau, mengungkap kisah heroik Letnan Kolonel Tituler Anumerta RE Soegihardjo, seorang Perwira Rohani Katolik (Parohkat) yang gugur dalam peristiwa Craras tahun 1983. Kisah ini menjadi bagian dari sejarah panjang perjuangan perwira rohani Katolik di tubuh TNI dalam menjaga moral dan semangat juang para prajurit.
Menurut Fransiskus, kisah ini bermula saat dirinya masih berdinas aktif di Batalyon Infanteri Para Raider 503 pada tahun 1990 dan ditugaskan di Timor Timur untuk memburu pasukan Fretilin di Pegunungan Viqueque. Dalam operasi tersebut, pasukan TNI berhasil melumpuhkan tujuh orang pentolan Fretilin. Salah satu yang tewas dalam baku tembak ternyata mengenakan baju loreng milik almarhum RE Soegihardjo dengan identitas lengkap di dada, termasuk nama kesatuan dan pangkatnya sebagai mayor.
Dugaan kuat menyebut bahwa pakaian almarhum diambil dalam peristiwa Craras pada 4-8 Agustus 1983, ketika ia gugur dalam serangan mendadak Fretilin di Desa Claras. Pakaian itu kemudian digunakan oleh salah satu pemimpin Fretilin hingga akhirnya tewas dalam pertempuran tahun 1990.
Peristiwa Craras bermula dari latihan tarian tradisional Tebe-Tebe yang diadakan masyarakat setempat untuk menyongsong HUT RI ke-38. Namun, pada 8 Agustus 1983, latihan yang berlangsung di sekitar Balai Desa Claras berubah menjadi jebakan bagi prajurit TNI. Sekira pukul 17.30 WITA, kelompok bersenjata Fretilin yang dibantu sekitar 200 anggota Ratih, Hansip, dan warga setempat secara mendadak menyerang pasukan TNI yang sedang berada di lokasi.
Serangan mendadak ini memicu pertempuran sengit. Mayor Tituler RE Soegihardjo, yang saat itu hadir bersama warga untuk memberi dukungan semangat nasionalisme, ikut menjadi korban bersama prajurit lainnya dari Zipur 3. Mereka gugur dalam tugas mempertahankan NKRI dari serangan kelompok bersenjata.
Sebagai bentuk penghormatan, Pemerintah Republik Indonesia melalui ABRI saat itu menganugerahkan kenaikan pangkat luar biasa kepada RE Soegihardjo dari Mayor menjadi Letnan Kolonel Tituler Anumerta. Upacara pemakamannya dilaksanakan pada 10 Agustus 1983 pukul 12.30 WITA di Taman Makam Pahlawan Baucau, Timor Timur.
Kisah Letkol Tituler Anumerta RE Soegihardjo bukan hanya menjadi bagian dari sejarah perjuangan TNI, tetapi juga mencerminkan pengabdian seorang perwira rohani Katolik yang mengorbankan jiwa raganya demi bangsa. Perjuangannya sebagai seorang Parohkat dalam TNI menjadi inspirasi bagi generasi penerus, menunjukkan bahwa patriotisme dan nilai-nilai spiritual dapat berjalan seiring dalam tugas negara.

Komentar