Kamis, 04 Juni 2026 | 11:59
CULINARY

Enting-Enting Gepuk Salatiga Akan Diajukan ke UNESCO

Enting-Enting Gepuk Salatiga Akan Diajukan ke UNESCO
Sumber foto: Dok zayda (pinterest)

ASKARA - Salah satu camilan khas Indonesia yang memiliki sejarah panjang, Enting-Enting Gepuk cap Klenteng Salatiga, dikabarkan akan diajukan sebagai Warisan Budaya Dunia ke UNESCO. Kabar ini semakin memperkuat eksistensi kuliner tradisional Indonesia di kancah internasional.  

Sebelum diajukan ke UNESCO, Enting-Enting Gepuk telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI pada tahun 2023. Dari 80 budaya yang diusulkan, hanya 16 budaya dari Jawa Tengah yang lolos seleksi, termasuk kudapan khas Salatiga ini.  

Pengakuan ini tidak hanya menandai pentingnya kesejarahan dan nilai budaya dari kuliner tersebut, tetapi juga mempertimbangkan dampaknya terhadap ekonomi dan sosial masyarakat.  

Meski namanya sudah dikenal luas, belum banyak yang tahu bahwa Enting-Enting Gepuk awalnya dibuat khusus untuk tamu yang beribadah di Klenteng Hok Tek Bio Salatiga. Baru pada tahun 1930-an, camilan berbahan dasar kacang tanah dan gula ini mulai diproduksi untuk masyarakat umum.  

Menariknya, kudapan ini sempat menjadi favorit di kalangan bangsa Eropa dan Belanda sebagai pelengkap minum teh atau kopi di pagi dan sore hari. Untuk memperkuat identitasnya, produk ini diberi nama dagang cap “Klenteng & 2 Holoo”, yang masih bertahan hingga kini.  

Dengan rencana pengajuan ke UNESCO, diharapkan Enting-Enting Gepuk semakin dikenal di tingkat global, sekaligus memperkokoh posisi kuliner Indonesia di dunia internasional.

 

 

Komentar