Peran Bulog Dipertanyakan
ASKARA-Peran Badan Urusan Logistik (Bulog) dalam mengendalikan harga pangan menjelang bulan Ramadhan dipertanyakan. Pasalnya di berbagai daerah, harga pangan mulai merangkak naik.
Hal itu disampaikan anggota IV DPR RI dari Fraksi PKS, Riyono pada diskusi Dialektika Demokrasi bertema “Menjaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadhan” di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/2/2025).
Menurutnya, menjelang bulan puasa, dari pantauannya harga pangan mulai menunjukkan kenaikan di berbagai daerah. Riyono mengakui kenaikan harga pangan bukanlah hal baru, terutama menjelang hari besar keagamaan.
“Dinamika ini selalu terjadi setiap tahun. Namun, yang perlu kita pastikan adalah bagaimana pemerintah hadir untuk menjaga kestabilan harga dan ketersediaan pangan,” ujar Riyono. Untuk itu pihaknya menegaskan perlunya langkah konkret dari pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan di tengah daya beli masyarakat yang terus menurun.
Pada kesempatan itu Riyono juga menyoroti peran Bulog yang dinilai belum mampu mengendalikan harga di pasar. Dia mencontohkan dalam kaitan harga beras saja, Bulog hanya menguasai sekitar 3–5% peredaran beras nasional. “Bulog harus lebih diperkuat, jangan sampai hanya menjadi pemain kecil di pasar,” ujarnya.
Riyono juga mengkritik ketergantungan pemerintah pada operasi pasar. Menurutnya, selama ini operasi pasar terkesan hanya obat sementara saja untuk menekan kenaikan harga pangan. Untuk itu dia dia mengusulkan adanya ‘Bulog mini’ di setiap Kabupaten/Kota yang bertujuan menjaga stabilitas harga pangan secara lebih efektif.
“Pangan adalah kebutuhan dasar. Jika harga tidak terkendali dan daya beli masyarakat melemah, dampaknya bisa luas terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Ini yang harus kita cegah,” katanya.[dry]

Komentar