Filosofi Ungkapan Prof. Rokhmin Dahuri Tentang Konsisten Mencintai Satu Orang, Seni Yang Mahal Dan Indah
ASKARA - Menarik sekali ungkapan Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri MS, anggota Komisi IV DPR RI di akun instagramnya, bahwa "konsisten mencintai satu orang itu adalah seni yang mahal dan indah". Ungkapan tersebut memiliki makna yang dalam tentang konteks hubungan pribadi atau percintaan, mengingatkan kita bahwa cinta sejati adalah proses yang penuh dengan dedikasi dan kerja keras, tetapi keindahan yang dihasilkan dari proses tersebut adalah sesuatu yang sangat berharga dan tak ternilai.
Dalam Al-Qur'an, banyak ayat yang mengajarkan tentang kesetiaan, komitmen, cinta yang tulus, dan pentingnya menjaga hubungan yang baik, baik dalam konteks hubungan suami-istri maupun dalam konteks hubungan sesama manusia secara umum.
Al-Qur'an mengajarkan bahwa cinta yang konsisten dan setia kepada pasangan adalah suatu proses yang memerlukan pengorbanan, pengertian, dan usaha yang terus-menerus. Cinta tersebut bukan hanya tentang perasaan, tetapi juga tentang tindakan nyata yang mendukung hubungan, termasuk menjaga keharmonisan, memberikan kasih sayang, dan berkomitmen untuk saling mendukung dalam setiap keadaan.
Untuk menjelaskan pernyataan tersebut, beberapa dalil Al-Qur'an yang dapat mendukung konsep dari pernyataan tersebut, yang mencakup pentingnya kesetiaan, komitmen, cinta yang tulus, dan keindahan dalam hubungan. Antara lain:
Pertama, Konsistensi Dalam Cinta
Mencintai satu orang secara konsisten menunjukkan komitmen yang kuat dan kesetiaan dalam sebuah hubungan. Hal ini menuntut dedikasi dan kerja keras dari kedua belah pihak untuk menjaga hubungan tetap harmonis.
Allah SWT mengajarkan dalam Al-Qur'an untuk selalu berpegang pada prinsip-prinsip kebaikan dan kesetiaan dalam hubungan, termasuk dalam hubungan pernikahan.
"Dan bergaullah dengan mereka (istri-istri) secara patut. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka, maka bersabarlah, karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." Surah An-Nisa’ (4:19):
Ayat ini mengajarkan pentingnya kesetiaan dan komitmen dalam pernikahan meskipun mungkin ada perbedaan atau kesulitan. Dalam konteks ini, konsistensi dalam mencintai adalah bentuk dari kesabaran dan pengorbanan dalam membina hubungan yang penuh tantangan, namun tetap indah dan membawa kebaikan.
Konsistensi dalam mencintai seseorang berarti tetap setia dan menunjukkan perasaan cinta tersebut secara terus-menerus, tidak hanya pada saat-saat tertentu, tetapi sepanjang waktu.
Dalam kehidupan, banyak orang yang mungkin merasa cinta pada satu waktu tertentu, tetapi tidak selalu bisa mempertahankan perasaan tersebut dalam jangka panjang.
Konsistensi ini mengarah pada komitmen yang mendalam, yang mengharuskan seseorang untuk tetap peduli, menghargai, dan mendukung pasangannya meskipun dihadapkan pada tantangan atau perubahan dalam hidup.
Cinta yang konsisten bukan hanya tentang merasakan perasaan cinta, tetapi juga tentang tindakan nyata yang mendukung hubungan tersebut, seperti komunikasi yang baik, kepercayaan, dan pengorbanan yang diperlukan untuk menjaga hubungan tetap sehat.
Kedua, Cinta Sebagai Seni
Cinta yang konsisten memerlukan pengorbanan dan kesabaran. Dalam setiap hubungan, pasti ada tantangan dan rintangan yang harus dihadapi. Keinginan untuk tetap bersama meskipun menghadapi kesulitan adalah bagian dari seni ini.
Dalam Islam, cinta yang tulus dan ikhlas kepada pasangan adalah nilai yang sangat dihargai. Cinta yang sejati adalah cinta yang didasarkan pada ketaatan kepada Allah dan kebaikan dalam hubungan.
"Dan di antara tanda-tanda-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri agar kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan Dia menjadikan di antara kamu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." Surah Ar-Rum (30:21):
Ayat ini menggambarkan cinta yang tulus dan kasih sayang yang menjadi dasar dalam hubungan pernikahan. Allah menciptakan rasa cinta dan kasih sayang antara suami dan istri sebagai bagian dari tanda kebesaran-Nya. Ini bisa diartikan sebagai "seni" dalam mencintai, yang melibatkan penyerahan diri, pengorbanan, dan komitmen untuk selalu menjaga hubungan dengan penuh rasa kasih sayang yang konsisten.
Menyebut cinta sebagai "seni" menggambarkan bahwa mencintai adalah proses yang penuh kreativitas dan kehalusan. Seperti seni, cinta membutuhkan pemahaman yang mendalam, kemampuan untuk memahami dan menghargai keunikan pasangan, serta kemampuan untuk mengelola emosi dan hubungan dengan cara yang bijaksana.
Cinta yang konsisten tidak hanya sekadar rutinitas, tetapi sebuah proses yang berkembang dan membutuhkan usaha untuk tetap tumbuh dan berkembang, seperti halnya seorang seniman yang terus berlatih dan menciptakan karya seni yang indah.
Seni dalam cinta juga mencakup kemampuan untuk melihat keindahan dalam perbedaan dan tantangan, serta menjaga keselarasan meskipun ada perbedaan karakter dan pandangan hidup.
Ketiga, Cinta Sebagai Hal Yang Mahal
Allah SWT juga mengajarkan dalam Al-Qur'an untuk menjaga hubungan dengan penuh kasih sayang, kesabaran, dan pengertian. Cinta yang konsisten membutuhkan pengorbanan dan usaha yang berkelanjutan.
"Bukanlah kebajikan itu dengan menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, tetapi kebajikan itu adalah... memberikan hartanya, meskipun ia mencintainya (hartanya), kepada kerabat, anak-anak yatim, orang miskin, orang yang sedang dalam perjalanan, orang yang meminta-minta, dan untuk memerdekakan budak..." Surah Al-Baqarah (2:177):
Ayat ini menjelaskan bahwa cinta yang tulus adalah dengan memberi tanpa pamrih, baik dalam konteks harta maupun perasaan. Dalam hubungan cinta yang konsisten, kita diingatkan untuk memberi tanpa mengharapkan balasan, dan mengutamakan kebaikan di atas segalanya. Ini adalah bagian dari seni mencintai, yang mahal karena membutuhkan pengorbanan dan keikhlasan.
Dalam konteks ini, "mahal" bisa dipahami sebagai sesuatu yang berharga dan memerlukan pengorbanan. Untuk mencintai seseorang dengan konsisten, dibutuhkan komitmen yang kuat, waktu, energi, dan perhatian yang tidak sedikit. Hal ini bisa berarti mengutamakan pasangan dalam banyak hal, mengatasi masalah bersama, dan melalui masa-masa sulit yang tak terhindarkan dalam sebuah hubungan.
Cinta yang mahal juga merujuk pada pemahaman bahwa hubungan yang sehat memerlukan pengorbanan pribadi. Misalnya, terkadang harus membuat keputusan yang sulit demi kepentingan bersama, atau bersedia untuk berubah demi kebaikan hubungan. Semua ini memerlukan investasi emosional dan mental yang tidak bisa didapatkan dengan mudah.
Keempat, Cinta yang Indah
Keindahan dari mencintai satu orang terlihat dalam momen-momen kebersamaan dan kenangan yang diciptakan bersama. Pengalaman dan perjalanan yang dilalui bersama memperkaya hubungan dan memberikan makna yang mendalam.
Kesetiaan adalah pondasi dari hubungan yang kuat. Dengan tetap setia pada satu orang, kita menunjukkan rasa hormat dan penghargaan terhadap pasangan kita, yang pada gilirannya memperkuat ikatan tersebut.
Dalam pandangan Islam, hubungan yang dibangun dengan cinta dan kesetiaan akan menjadi indah dan penuh berkah. Cinta yang indah bukan hanya berdasarkan perasaan, tetapi juga tindakan yang menunjukkan penghormatan, kasih sayang, dan tanggung jawab.
"Hai anak-anak Adam, pakailah perhiasanmu pada setiap mesjid dan makanlah serta minumlah, dan janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan." Surah Al-A'raf (7:31)
Ayat ini mengajarkan tentang menjaga diri dan hubungan dengan cara yang baik dan tidak berlebihan. Cinta yang indah adalah cinta yang menghargai batasan, menjaga keharmonisan, dan menjaga diri dalam hubungan. Ini juga mencerminkan pentingnya keindahan dalam hubungan yang dilandasi oleh kesederhanaan,saling menghargai, dan komitmen untuk terus memperbaiki diri.
"Indah" di sini mengacu pada keindahan emosional dan lkedalaman hubungan yang terjalin ketika dua orang saling mencintai dengan penuh komitmen dan konsistensi. Cinta yang indah bukan hanya tentang kebahagiaan yang ada di saat-saat baik, tetapi juga tentang bagaimana pasangan saling mendukung dan menghargai satu sama lain dalam menghadapi tantangan hidup. Keindahan dalam cinta juga terletak pada kesetiaan, pengorbanan, dan kerja sama dalam membangun hubungan yang langgeng.
Cinta yang indah adalah cinta yang saling memberi ruang untuk berkembang, tidak hanya sebagai individu, tetapi juga sebagai pasangan. Keindahan ini terwujud dalam kedalaman perasaan, penghargaan terhadap perbedaan, dan kerjasama dalam menghadapi semua rintangan bersama-sama.
Kelima, Makna Filosofis dari Ungkapan Tersebut
Cinta yang konsisten dan setia tidak hanya memberikan kebahagiaan sesaat, tetapi juga nilai jangka panjang. Hubungan yang dibangun di atas dasar cinta yang tulus dan setia akan memberikan kepuasan emosional yang mendalam dan berkelanjutan.
Dalam Islam, komitmen terhadap pasangan adalah salah satu aspek penting dalam menjaga hubungan yang sehat dan harmonis. Cinta yang konsisten membutuhkan upaya untuk selalu menjaga keharmonisan dan kebersamaan.
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu..." Surah At-Tahrim (66:6).
Ayat ini menunjukkan pentingnya komitmen terhadap keluarga, termasuk pasangan hidup. Menjaga keluarga dan pasangan dengan penuh tanggung jawab adalah bagian dari cinta yang konsisten. Ini mencerminkan kesetiaan dan usaha untuk menjaga hubungan agar tetap baik dan terjaga.
Pernyataan Prof. Rokhmin Dahuri ini lebih mengarah pada filosofi hidup yang menekankan pentingnya komitmen dan ketulusan dalam menjalani hubungan. Dalam dunia yang serba cepat dan penuh perubahan, banyak orang yang cenderung mencari kepuasan instan atau hubungan yang mudah. Namun, mencintai satu orang dengan konsisten adalah sebuah pilihan yang memerlukan kedewasaan emosional dan kemauan untuk berinvestasi dalam hubungan jangka panjang.
Cinta yang konsisten juga berarti menerima pasangan apa adanya, menghadapi kesulitan bersama-sama, dan berusaha untuk saling memahami meskipun ada banyak godaan atau tantangan dalam perjalanan hidup. Ini adalah bentuk dari cinta yang lebih mendalam dan penuh pengorbanan, bukan sekadar perasaan semata.
Kalimat "konsisten mencintai satu orang itu adalah seni yang mahal dan indah" menggambarkan bahwa mencintai seseorang dengan konsisten adalah sebuah proses yang membutuhkan usaha, pengorbanan, dan komitmen.
Cinta yang konsisten adalah suatu bentuk seni karena ia memerlukan perhatian, kreativitas, dan kemampuan untuk terus berkembang bersama pasangan. Selain itu, cinta ini juga sangat berharga (mahal) karena memerlukan waktu dan energi untuk dijaga, dan pada akhirnya akan menghasilkan keindahan dalam hubungan yang sehat dan langgeng. (MH)

Komentar