Rabu, 22 Juli 2026 | 03:02
MILITER

Dua Taruna Akmil Lulus dari Royal Military College Duntroon

Dua Taruna Akmil Lulus dari Royal Military College Duntroon
Dua taruna foto bersama Gubernur Akmil, Athan dan Atase Darat serta diplomat RI di Australua (Dok Puspen TNI)

ASKARA – Dua Taruna TNI Angkatan Darat, Sersan Mayor Dua Taruna (Sermadatar) Made Surya Adi Putra dan Sermadatar Aldiva Rahmat Yudhatama, resmi menyelesaikan pendidikan di Royal Military College (RMC)-Duntroon. Kelulusan mereka ditandai dalam upacara penutupan pendidikan yang dipimpin oleh Gubernur Jenderal Australia, Ms. Sam Mostyn, di Canberra, Selasa (10/12).

Dalam sambutannya, Ms. Mostyn menyampaikan rasa bangga atas pencapaian para Taruna internasional di RMC-Duntroon. Ia juga berbagi hubungan pribadi dengan institusi tersebut, mengingat ayahnya adalah lulusan RMC-Duntroon tahun 1956.

“Bagi saya, ini adalah sebuah kehormatan besar untuk kembali ke tempat yang memiliki hubungan emosional yang dalam bagi keluarga saya,” ujar Gubernur Jenderal, dalam keterangan yang diterima dari Puspen TNI, Jumat (13/12).

RMC-Duntroon, yang berdiri sejak 1911 di Canberra, dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan militer paling prestisius di dunia. Dengan kurikulum yang mengintegrasikan pelatihan akademis, fisik, dan militer, institusi ini telah meluluskan lebih dari 11.467 perwira, termasuk perwakilan internasional dari berbagai negara.

Pada tahun ini, sebanyak 72 kadet, termasuk dari Indonesia, Tonga, Fiji, Selandia Baru, dan Malaysia, berhasil menyelesaikan program pelatihan intensif di angkatan ke-146 (146th Corps of Staff Cadets). Ini merupakan kali ketiga TNI Angkatan Darat mengirimkan Taruna ke RMC-Duntroon sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Australia.

Upacara tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Akademi Militer Mayjen R. Sidharta Wisnu Graha, Wakil Kepala Perwakilan RI di Australia Lintang Paramitasari, Atase Pertahanan RI Laksma TNI Yusliandi Ginting, dan Atase Darat RI Kolonel Inf Leo Sugandi.

Keberhasilan dua Taruna TNI AD ini menjadi bukti kualitas sumber daya manusia militer Indonesia dan komitmen TNI dalam menjalin kerja sama pertahanan di tingkat internasional.

 

 

Komentar