Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:49
COMMUNITY

Pepala 26: Cinta Alam Tak Lekang Oleh Usia

Pepala 26: Cinta Alam Tak Lekang Oleh Usia
Anggota pencinta alam Pepala SMA 26 (Dok Pepala)

ASKARA - Pencinta alam adalah komunitas atau sekelompok orang yang melakukan kegiatan aktivitasnya untuk mewujudkan rasa kepedulian terhadap kelestarian alam atau lingkungan. Tak jarang kata pecinta alam identik dengan naik gunung atau kegiatan yang berhubungan dengan alam rimba. Pengertian atau makna tersebut ada benarnya, terutama bila dilihat dari aspek kegiatan yang dilakukan untuk menjaga alam agar tetap lestari.

Pepala (Pelajar Pecinta Alam) 26 yang merupakan para pecinta alam dari alumni SMAN 26 Jakarta menyelenggarakan Acara Temu Kangen Pepala 26 di Kawasan Cibodas pada 16-17 Oktober 2024. Tema yang diangkat seputar berkumpul untuk kilas balik sambil reuni dengan pemikiran bahwa alam adalah anugerah yang harus dijaga dan dirawat.

Sebagai bentuk untuk meningkatan kesadaran serta kepedulian dalam menjaga alam, Pepala 26 juga melakukan pendakian ke Curug Cibeureum Cibodas. Napak tilas ini yang bersentuhan langsung dengan alam dikemas  dalam suasana rekreasi dengan mengajak para partisipan untuk tetap memberikan edukasi bagi masyarakat, antara lain berupa mendaki secara aman dan menjaga dengan tidak meninggalkan sampah selama pendakian.

Pada saat gagasan ini muncul sempat terbersit rasa ragu sebagian peserta untuk mendaki, mengingat faktor usia yang relatif sudah tidak muda lagi antara 55-65 tahun. Namun keraguan dan kecemasan sirna dengan pembekalan yang diberikan oleh Koordinator Lapangan, Dody Mulyowidrajat (64 tahun) yang memberikan tips aman mendaki bagi peserta dengan kategori usia lanjut.

Ditekankan oleh Dody sebelum acara pendakian dimulai, peserta harus dalam kondisi sehat, kesiapan perbekalan dan mental, memilih rute yang mudah dan jangan memaksakan diri bila tidak sanggup. “Pahami usia kita tidak muda lagi, jadi jangan memaksa untuk terus naik bila kondisi lelah,” ujarnya dihadapan para peserta sebelum pendakian (Rabu, 16/10).

Dade Ruswita, salah satu Panitia menambahkan Acara Temu Kangen Pepala 26 ini sangat positif untuk memupuk remaja-remaja yang baru tumbuh, khususnya SMAN 26 terhadap kecintaan lingkungan alam yang harus dijaga kelestarian dan kebersihannya. Disisi lain, dengan faktor usia lanjut yang ditunjukkan sebagian besar peserta akan memberikan motivasi bagi para junior bahwa usia bukanlah halangan dalam mendaki gunung.

Ketua Pepala 26 terpilih Arief Olank yang mendapat amanah dari para peserta menyampaikan Pepala 26 dimaksudkan sebagai ajang silahturahmi antar lintas angkatan SMAN 26 Jakarta tanpa membedakan usia serta gender umur guna menghidupkan kembali kegiatan yang bertemakan alam dan lingkungan yang positif bagi masyarakat. “Dengan ajang silaturahmi ini akan mengikis rasa minder angkatan junior, sehingga semuanya dapat membaur dalam satu ikatan,” tandas Arief seusai Acara Temu Kangen Pepala 26.

Acara yang dihadiri lebih dari 50 peserta tersebut membuktikan ketangguhan Pepala 26 dalam konsistensinya menjaga kelestarian alam dan aktivitas naik gunungnya. Jadi bila Anda berpikir bahwa usia lanjut, 60-65 tahun terlalu tua untuk mendaki, maka perlu dipikirkan lagi ! Pepala 26 memberikan jaminan usia bukanlah rintangan dalam mendaki gunung. 

 

Komentar