Rabu, 22 Juli 2026 | 03:05
COMMUNITY

Prof. Dr. Yasonna Laoly dan Prof. Dr. Ali Masykur Musa Tegaskan Pentingnya Persatuan dan Keadilan di Rakernas II PIKI 2024

Prof. Dr. Yasonna Laoly dan Prof. Dr. Ali Masykur Musa Tegaskan Pentingnya Persatuan dan Keadilan di Rakernas II PIKI 2024
RAKERNAS II PIKI 2024, bersama Prof Yasonna Laoly, SH., MSc., Ph.D (Ketua Dewan Kehormatan DPP PIKI) dan Prof. Dr. Ali Masykur Musa, M.Si., M.Hum, (Pimpinan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama) (Dok PIKI)

ASKARA – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) 2024 yang berlangsung di Sentul, Bogor, beberapa waktu lalu, menjadi ajang diskusi penting para tokoh lintas agama. Acara ini dihadiri oleh dua tokoh nasional, Prof. Dr. H. Ali Masykur Musa, M.Si., M.Hum., dan Prof. Yasonna Hamonangan Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D., yang menyampaikan pesan penting tentang persatuan, keadilan, dan peran cendekiawan dalam memperkuat kebangsaan.

Cak Ali, sapaan akrab Prof. Ali Masykur Musa, dalam sambutannya menekankan bahwa setiap warga negara Indonesia terikat oleh nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila, tanpa membedakan latar belakang agama. Ia mengutip ajaran Gus Dur tentang pentingnya kemanusiaan dan saling menolong antarumat beragama.

“Setiap manusia diperintahkan oleh agama untuk saling tolong menolong,” tegas Cak Ali, seraya menyoroti bahwa keadilan adalah prinsip utama yang harus ditegakkan dalam kehidupan berbangsa.

Cak Ali juga memuji lembaga-lembaga cendekiawan lintas agama yang hadir di acara tersebut, yang telah mempraktikkan prinsip persatuan dan kebersamaan. Menurutnya, Indonesia membutuhkan persatuan untuk mencapai perdamaian, dan hal ini hanya dapat dicapai dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Sementara itu, Prof. Yasonna Laoly, Ketua Dewan Pembina PIKI, turut menyampaikan apresiasi terhadap peran penting Cak Ali dalam memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan. Ia menggambarkan Cak Ali sebagai sosok yang konsisten, berintegritas, dan seorang pemikir dalam tradisi Nahdlatul Ulama (NU).

“Prof. Ali ini orang yang konsisten, berintegritas, dan pemikir di NU. Tentu Gus Durian, kita harapkan PKB tidak terpisahkan antara Gus Durian dan Cak’imin,” ujar Yasonna.

Kehadiran kedua tokoh ini menjadi simbol kuat persatuan lintas agama dan upaya bersama untuk menegakkan keadilan dan kebersamaan di Indonesia. Mereka menegaskan bahwa kemanusiaan, persatuan, dan keadilan harus menjadi pondasi utama dalam kehidupan berbangsa, sebagaimana diamanatkan oleh Pancasila dan ajaran agama.

Rakernas II PIKI 2024 ini juga dihadiri oleh perwakilan cendekiawan lintas agama, seperti Ikatan Cendekiawan Hindu Indonesia (ICHI), Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA), Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), Keluarga Cendikiawan Buddhis Indonesia (KCBI), serta Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

 

 

Komentar