Kamis, 04 Juni 2026 | 11:58
NEWS

Aliansi Anambas Muda Gelar Aksi di Kantor Medco Energi SCBD

Aliansi Anambas Muda Gelar Aksi di Kantor Medco Energi SCBD
Aliansi Anambas Muda ketika mengelar aksi di Kantor Medco Energi SCBD (Dok AAM)

ASKARA – Sejumlah pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Anambas Muda menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Pusat Medco Energi, yang terletak di Gedung The Energy, kawasan SCBD. Mereka menuntut transparansi dan peningkatan kontribusi perusahaan migas terhadap masyarakat Anambas.

Koordinator aksi, Eko Pratama, dalam orasinya menyebutkan bahwa perusahaan migas yang beroperasi di Anambas, termasuk PT. Medco E&P Natuna Indonesia, PT. Star Energi, dan Harbour Oil Limited, belum memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat setempat. Menurutnya, meski perusahaan-perusahaan tersebut telah lama beroperasi, masyarakat Anambas masih mengalami kesenjangan sosial dan ekonomi yang cukup besar. "Masyarakat lokal justru merasa diasingkan di tanah kelahirannya sendiri," ujar Eko dalam keterangan yang diterima, Rabu (18/9).

Ia menyoroti minimnya akses masyarakat terhadap perusahaan, terutama dalam hal pemberdayaan ekonomi lokal. "Dari ketiga holding dan puluhan sub-holding yang mendukung operasional perusahaan, tidak ada yang melibatkan UMKM atau vendor lokal. Bahkan kebutuhan dasar seperti air, sayur, dan ikan didatangkan dari luar Anambas, padahal daerah ini merupakan salah satu penghasil ikan terbesar," lanjutnya.

Eko juga mengkritik proses rekrutmen tenaga kerja yang dinilai diskriminatif dan tidak transparan, serta menyinggung tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang tidak dijalankan dengan baik. "Seharusnya 1% dari keuntungan perusahaan dialokasikan untuk CSR, namun hal ini tidak terlihat. Kami akan menempuh jalur hukum jika ditemukan indikasi kerugian negara," tegasnya.

Aksi ini membawa tujuh tuntutan, antara lain mendesak Kementerian ESDM dan SKK Migas untuk mengaktifkan Participating Interest (PI) sebesar 10% bagi Kabupaten Kepulauan Anambas, transparansi pengelolaan dana CSR, serta perbaikan sistem rekrutmen tenaga kerja yang dinilai diskriminatif. Mereka juga meminta agar UMKM lokal diberi kesempatan menjadi mitra perusahaan.

Meskipun sempat terjadi ketegangan dengan aparat keamanan, aksi ini berlangsung relatif kondusif. Eko menegaskan bahwa jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, aksi serupa dalam skala yang lebih besar akan kembali digelar dengan dukungan dari berbagai elemen mahasiswa di Jakarta.

 

 

Komentar