Rabu, 17 Juni 2026 | 18:20
NEWS

Peliput PON XXI Dimanjakan Fasilitas Pijat

Peliput PON XXI Dimanjakan Fasilitas Pijat
Peliput PON XXI dimanjakan fasilitas pijat (Dok Fransisca)

ASKARA - Media Center Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh yang berlokasi di Hotel Hermes, Banda Aceh menyediakan fasilitas pijat untuk para jurnalis yang datang meliput. Tidak hanya menyediakan kursi pijat yang nyaman, namun panitia juga mendatangkan dua pemijat tuna Netra, Mardiana dan Hamdanil. 

“Sejak tanggal 8 September sampai 20 September nanti kami ditugasi untuk memijat di sini. Setiap hari tugasnya dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore. Tapi, kalau sebelum jam 5 masing-masing sudah memijat sepuluh orang, kami boleh pulang lebih awal,” kata Mardiana. 

Kedua pemijat tersebut merupakan pemijat terlatih yang setiap hari membuka praktek untuk umum. Selama dipekerjakan oleh panitia PON, Mardiana tetap membuka praktek pijatnya di malam hari. Wanita berusia 47 tahun asal Piddie ini sudah berpraktek lebih dari 20 tahun. 

“Biasanya mereka yang minta pijat karena merasa pegal karena kecapekan atau masuk angin. Alhamduliah bisa membantu sehingga setelah dipijat bisa segar kembali,” ungkap Mardiana.

Kedua pemijat ini standby di depan ruang media center. Para Jurnalis tidak dikenakan biaya untuk menikmati pelayanan ini, namun mereka tetap dapat memberikan tip secara langsung kepada Mardiana atau Hamdanil.

Masih di depan ruang media center, disediakan dua bangku pijat. Para jurnalis yang memiliki ID resmi media secara bergantian bisa menggunakan fasilitas ini. Durasi sekali pijat selama sekitar 20 menit. 

Fasilitas media center PON XXI disediakan dan dioperasikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). “Tugas media center ini adalah menyediakan informasi seputar PON, menjadi tempat kerja wartawann dan awak media selama melakukan peliputan PON. Kami menyiapkan perangkat kerja, komputer, studia one on one, internet kecepatan tinggi untuk melakukan pengiriman berita, baik teks, foto, maupun video. Kami juga menyediakan fasilitas pendukung lain supaya media bisa bekerja dengan nyaman di media center, termasuk makanan dan pojok relaksasi yang kami siapkan dengan optimal,” kata Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia kepada Askara. 

Menurut Nezar, penyelenggaran PON kali istimewa karena berlangsung di dua provinsi, Aceh dan Sumatera Utara. “Ini pertama kalinya dua provinsi berkolaborasi di PON, sehingga tentu saja semangat dua provinsi ini mewarnai PON. Semua aspek kolaboratifnya sangat menonjol, sehingga ada semangat yang guyup,” jelas Nezar. 

Dalam penyediaan dan pengelolaan media enter, Kominfo berkolaborasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). 

 

Komentar