Paduan Suara San Jose Gelar Konser "Harmony From East Nusa Tenggara" di Jakarta
ASKARA – Paduan Suara San Jose akan menggelar konser berjudul "Harmony From East Nusa Tenggara" di Aula Gedung Pertunjukan Wayang Orang Bharata, Senen, Jakarta Pusat, pada Minggu, 15 September 2024. Konser ini akan menampilkan lagu-lagu yang dibawakan dalam lomba Penabur International Choir Festival (PICF) 2024 serta lagu daerah Nusa Tenggara Timur (NTT), dikolaborasikan dengan tarian tradisional. Acara ini mendapat dukungan dari pencinta seni dan budaya asal NTT, Fransiskus Go.
Menurut Daniel Reynodl Seran, S.KM, Sekretaris Panitia, Paduan Suara San Jose merupakan kelompok paduan suara Katolik dari Kota Kupang, NTT, yang terdiri dari Orang Muda Katolik (OMK) dari berbagai paroki di bawah Keuskupan Agung Kupang. Grup ini telah berdiri sejak 2009 dan memiliki tujuan untuk memperkenalkan budaya NTT kepada masyarakat luas, khususnya di Jakarta, melalui lagu dan tarian.
Konser ini juga dimaksudkan sebagai ajang nostalgia bagi masyarakat NTT yang berada di Jakarta. Selain itu, Paduan Suara San Jose ingin mempromosikan budaya NTT di tingkat nasional dan internasional serta meningkatkan kualitas artistik mereka melalui seni paduan suara. Rey Seran juga menjelaskan bahwa konser ini sekaligus menjadi upaya penggalangan dana untuk pengembangan kelompok paduan suara tersebut.
Paduan Suara San Jose telah memiliki pengalaman panjang dalam dunia paduan suara, baik di tingkat lokal maupun internasional. Mereka telah berpartisipasi dalam berbagai kompetisi paduan suara, termasuk lomba internasional di Bali dan Thailand, serta berhasil meraih penghargaan di beberapa kategori.
Rey Seran mengucapkan terima kasih kepada para sponsor dan donatur, termasuk Melki Lakalena, Christian Widodo, Julie Laiskodat, dan Fransiscus Go, atas dukungan mereka dalam persiapan lomba dan konser ini. Dukungan dari berbagai pihak ini sangat berarti bagi Paduan Suara San Jose dalam menjalankan misinya.
Konser "Harmony From East Nusa Tenggara" diharapkan dapat mempererat hubungan masyarakat NTT di Jakarta sekaligus mempromosikan keindahan budaya daerah tersebut kepada khalayak luas.

Komentar