Latihan Gabungan Mapala Stacia UMJ di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
ASKARA - Latihan Gabungan Anggota Mapala Stacia (Liga) Universitas Muhammadiyah Jakarta kali ini berbeda dari biasanya. Belasan anggota aktif memilih Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sebagai lokasi eksplorasi dan pembelajaran selama dua hari, mulai 29 Juni hingga 1 Juli 2024.
Awal kegiatan ini berasal dari pesan singkat di grup WhatsApp organisasi, yang mengajak anggota mengisi liburan dengan latihan bersama. Sambutan positif segera muncul, dengan fokus utama pada isu lingkungan dan dampak aktivitas manusia.
Dewan Sengketa Indonesia (DSI) turut mensponsori LIGA Stacia dengan Kopi Mediasi, layanan alternatif untuk penyelesaian sengketa. Dr. Gatot Efrianto, S.H., M.H., anggota istimewa Mapala Stacia UMJ, menyatakan, ngopi bareng di Alun-Alun Surya Kencana, TNGP, adalah bentuk dukungan dari DSI. Beliau juga menjelaskan bahwa DSI telah mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi yang membuka peluang bagi anggota Mapala Stacia untuk mengikuti sertifikasi bekerja di ketinggian dan menjadi profesional di bidangnya.
Prof. Sabela Gayo, S.H., M.H., Ph.D., menambahkan, DSI juga memberikan layanan mediasi dan menyelenggarakan kegiatan sertifikasi. Prof. Sabela turut mendampingi kegiatan ini hingga di Alun-Alun Surya Kencana, TNGP.
Dalam penutupan sesi, Nurdin Lessy, S.H., menekankan pentingnya perkembangan kegiatan pecinta alam, tidak hanya mendaki gunung tetapi juga memperhatikan kemaslahatan banyak orang.
"Kualitas lingkungan semakin berkurang. Bumi tetap sama namun populasi manusia terus bertambah. Oleh karena itu, pada LIGA kali ini, kita juga mengangkat isu Zero Waste agar keberadaan Stacia UMJ memberikan dampak positif," ujar Lessy yang akrab disapa Om Lay.
Ketua Dewan Penasehat Stacia UMJ, Arif Yanuarto, S.Kom., menambahkan, pembicaraan di alun-alun, meski ringan sambil ngopi, tetap dalam dan strategis.

Komentar