Rabu, 22 Juli 2026 | 20:58
COMMUNITY

Belajar Kearifan Lokal dari Keuskupan Atambua NTT

Belajar Kearifan Lokal dari Keuskupan Atambua NTT
Kunjungan Pastoral Kardinal Suharyo ke Keuskupan Atambua (Dok Rm Yote)

ASKARA - Kardinal Mgr. Suharyo, selaku Uskup di lingkungan TNI-Polri, melakukan kunjungan pastoral ke Keuskupan Atambua, NTT, didampingi Wakil Uskup Kolonel Yos Bintoro, Pr. Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara umat Katolik dan memperdalam pemahaman akan kearifan lokal yang ada di wilayah tersebut.

Menjadi bijak itu mudah. Hadir dan terus belajar dari pengalaman yang dimaknai akan mematangkan daya rohaniah. Daya rohaniah adalah bekal kuat untuk mampu bertahan dalam kesulitan, menjaga kesetiaan, dan mengupayakan kedisiplinan. Dalam kunjungannya, Kardinal Mgr. Suharyo menekankan pentingnya daya rohaniah bagi umat Katolik di Keuskupan Atambua.

Kardinal Mgr. Suharyo dan Kolonel Yos Bintoro, Pr. mengadakan beberapa pertemuan dengan para pemuka agama dan tokoh masyarakat setempat. Mereka berdiskusi tentang berbagai isu sosial dan budaya, serta bagaimana kearifan lokal dapat membantu menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Mereka juga memberikan pengajaran tentang nilai-nilai keagamaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selama kunjungan pastoral ini, umat Katolik di Keuskupan Atambua diajak untuk menghargai dan menjaga tradisi serta budaya setempat. Hal ini dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti misa bersama, seminar, dan lokakarya. Umat diingatkan untuk selalu menjaga kesetiaan dalam iman dan kehidupan sosial, serta mengupayakan kedisiplinan dalam segala hal.

Banyak pengalaman berharga yang didapatkan selama kunjungan ini. Umat semakin menyadari pentingnya daya rohaniah dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Dengan daya rohaniah yang kuat, mereka mampu menjaga kesetiaan dalam iman dan kehidupan sosial. Kunjungan ini bukan hanya tentang pengajaran agama, tetapi juga tentang bagaimana menjadi manusia yang lebih baik melalui penerapan kearifan lokal.

Kearifan lokal yang diajarkan di Keuskupan Atambua ini meliputi berbagai aspek kehidupan, mulai dari cara berkomunikasi, bersosialisasi, hingga cara bertani dan berdagang. Semua itu dibalut dengan nilai-nilai keagamaan yang mendalam, menjadikan setiap individu lebih bijaksana dan tangguh. Inilah yang membuat daya rohaniah umat semakin matang dan kuat, siap menghadapi berbagai cobaan hidup dengan bijaksana.

 

Komentar