Selasa, 16 Juli 2024 | 13:26
OPINI

Pilgub Jakarta 2024, Pertarungan Anies dengan Kang Emil

Pilgub Jakarta 2024, Pertarungan Anies dengan Kang Emil
Ridwan Kamil dan Anies Baswedan

Oleh: Jamiluddin Ritonga *)

ASKARA - Kesediaan Anies Baswedan maju kembali pada Pilgub Jakarta 2024 akan memaksa Koalisi Indonesia Maju (KIM) mengusung Ridwan Kamil (Kang Emil) maju di Jakarta.

KIM akan melakukan hal itu karena hanya Kang Emil dari KIM yang memiliki popularitas dan elektabilitas yang tinggi. Popularitas dan elektabilitas kandidat lainnya masih terlalu jauh untuk menandingi Anies.

Karena itu, KIM mau tidak mau harus mengusung Kang Emil maju di Pilgub Jakarta 2024. Sebab, hanya mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar) ini yang popularitas dan elektabilitasnya setara dengan Anies. Dua sosok ini juga sama-sama punya kapasitas yang mumpuni.

Karena itu, KIM tampaknya akan memilih Kang Emil maju di Jakarta daripada menempatkannya di Jabar. Sebab, KIM tampaknya memang ingin menguasai Jakarta, selain tentunya tak ingin Anies punya akses politis lagi. Hal itu akan membahayakan KIM pada tahun 2029.

Jadi, kalau Kang Emil maju di Jakarta, Anies tentunya akan punya lawan tanding sepadan. Meskipun harus diakui, Anies sedikit lebih unggul lantaran berstatus sebagai pertahana.

Karena itu, siapa yang menang diantara dua sosok itu akan ditentukan dua hal, yaitu cawagub yang dipilih dan mesin politiknya.

Kang Emil tampaknya akan dipasangkan dengan Kaesang Pangarep. Meskipun Kaesang tak memiliki elektabilitas yang memadai, namun di belakangnya punya kekuatan politis dan ekonomis. Termasuk tentunya dukungan relawan Joko Widodo dan mesin partai KIM.

Untuk menandingi itu, Anies perlu didampingi wakil yang dapat mendongkrak elektabilitasnya. Untuk itu, Anies idealnya diberi keleluasaan untuk memilih wakilnya.

Hanya dengan begitu, Anies tidak mengulangi kesalahan saat mendapat wakil yang tak mampu mendongkrak elektabilitasnya pada Pilpres 2024. Akibatnya, elektabilitas Anies terseok-seok di bawah Prabowo Subianto.

Jadi, pengusung Anies idealnya memberi keleluasaan kepada Anies memilih wakilnya. Hanya dengan cara itu, wakil yang dapat mendongkrak elektabilitas Anies dapat diperolehnya.

Tinggal Anies perlu ditopang partai yang punya mesin politik yang militan. Di Jakarta, PDI Perjuangan (PDIP) dan PKS dinilai punya mesin politik yang baik. Hak itu terlihat dari hasil Pileg 2024, di mana PKS dan PDIP unggul perolehan suara di Jakarta.

Jadi, Anies perlu diusung selain PKB dan NasDem juga PDIP dan PKS. Kekuatan ini akan bersinergi dengan relawan Anies di Jakarta yang juga militan.

Kalau hal itu dapat dipenuhi Anies, tentu peluangnya menang masih terbuka. Sebaliknya, bila Anies didikte oleh partai pengusungnya dalam menentukan wakilnya, maka Anies berpeluang akan dikalahkan oleh Kang Emil.


*) Dosen Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul dan Dekan Fikom IISIP Jakarta 1996-1999

Komentar