Protap Jelita, Menjelajahi dan Mencintai Buku dengan Beragam Cara
ASKARA - Program Terpadu Jelajah Literasi Nusantara atau biasa disebut Protap Jelita mewarnai program literasi yang terus digulirkan Perpustakaan Nasional. Literasi itu sendiri sederhananya adalah membaca dan memahami makna, dengan memahami makna maka harus ditanamkan sejak dini. Jika itu literasi yg ditanamkan soal budi pekerti, akhlak, moral, attitude, sopan santun, maka kedepan diharapkan anak-anak kita sudah terbiasa soal itu dan mampu memahami makna itu dan menjalankannya dengan baik. Mulailah dari anak-anak, di usia yg masih putih itulah kita "corat coretkan" literasi kebaikan sehingga terpatri dihati dan otaknya. Sama halnya kita tanamkan kebiasaan membaca buku, kita jadikan buku kekasih setianya sampai kapanpun.
Menyitir pendapat tokoh literasi Prof Yudi Latif, bahwa Buku merupakan pasangan hidup yang pantas dicintai. Bila seseorang tak suka membaca buku, boleh jadi karena kurang mengenal, belum terbiasa, atau belum menemukan buku yang tepat. Bagi mereka yang sudah tumbuh cinta dengan buku, membaca setengah buku laksana love affair setengah jalan. Orang boleh berada dimana pun dan memilih profesi apa pun, tapi tak boleh meninggalkan kekasih setia. Adapun kekasih setia yang senantiasa dapat memberi nasihat dan jalan keluar dari kegelapan adalah buku.
Kekasih setia yg sekarang dijalani oleh Pujasintara Perpustakaan Nasional adalah Protap JELITA, semoga pelukan cintanya semakin erat untuk anak-anak Indonesia. Literasi meningkat, Indonesia pasti semakin Hebat. Salam Literasi.

Komentar