Senin, 17 Juni 2024 | 20:47
COMMUNITY

Membuka Peluang Literasi Digital di TBM Bale Baca Cijayanti: Sebuah Inisiatif Kolaboratif

Membuka Peluang Literasi Digital di TBM Bale Baca Cijayanti: Sebuah Inisiatif Kolaboratif
Taman Bacaan Masyarakat Bale Baca Cijayanti (Dok Lathifa)

Oleh : Thiflatul Lathifa
Mahasiswi Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

ASKARA - Sebuah langkah berani telah diambil oleh Yayasan Bale Baca Cijayanti dengan mendirikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang. TBM ini didirikan oleh Dwi Sulistia Ningsih, yang memiliki fokus pada isu Pendidikan.

Lebih dari sekadar tempat membaca, TBM Bale Baca Cijayanti bertindak sebagai wadah yang membentuk pola pikir terbuka, meningkatkan keterampilan komunikasi, serta menggali bakat dan semangat prestasi bagi anak-anak dan remaja di sekitarnya. Dengan menekankan pada pengembangan potensi generasi muda, TBM ini menjadi sebuah oasis pengetahuan dan sumber inspirasi bagi masyarakatnya.

Di tengah era digital yang melanda, keberadaan TBM fisik memberikan kesempatan yang berharga untuk tetap terhubung dengan dunia literasi. Melalui berbagai kegiatan dan program yang diselenggarakan, TBM Bale Baca Cijayanti bertujuan menjadi pijakan pendidikan informal yang memberikan dampak positif bagi perkembangan intelektual dan sosial masyarakat Desa Cijayanti dan sekitarnya. Langkah ini membuka jendela menuju masa depan yang cerah bagi generasi mendatang.

Membangun Kesadaran Literasi Digital: Kolaborasi Positif di TBM Bale Baca Cijayanti
Pada Jumat, 29 Maret 2024, sebuah sinergi positif tercipta antara TBM Bale Baca Cijayanti, Desamind, dan mahasiswa Komunikasi Digital dan Media dari Sekolah Vokasi IPB University. Kegiatan sosialisasi tentang Literasi Digital digelar dalam rangka Festival Ramadhan di Taman Bale Baca Cijayanti. Acara ini bertemakan "Gencar Literasi Digital BBC", di mana mahasiswa seperti Fariq Hasril Adiwardana, Dinda Nur Syafitri, dan Thiflatul Lathifa turut serta sebagai pembicara.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kecakapan dan kesadaran anak-anak dalam menggunakan media sosial, sehingga mereka dapat menghindari konten negatif seperti hoax dan materi yang tidak sesuai. Antusiasme peserta, yang terdiri dari sekitar 70 anak-anak berusia 5 hingga 13 tahun, sangat terasa sejak awal acara. Sesuai dengan semangat pendidikan, selain sesi sosialisasi, juga diselenggarakan sesi kreatifitas berupa pembuatan gelang dan cincin dari manik-manik.
Rangkaian acara Gencar Literasi Digital sukses terselenggara, membawa harapan bahwa melalui kegiatan Literasi Digital ini, para anak-anak akan semakin terlatih dalam menggunakan media sosial secara bijak. Semoga kolaborasi ini juga memberikan warna dan kebahagiaan baru bagi anak-anak di TBM Bale Baca Cijayanti, membawa mereka lebih dekat pada dunia literasi dan teknologi yang semakin maju.

 

 

Komentar