Senin, 20 Mei 2024 | 06:19
NEWS

Usai Putusan MK, Ucapan Selamat Anies Baswedan untuk Prabowo-Gibran

Usai Putusan MK, Ucapan Selamat Anies Baswedan untuk Prabowo-Gibran

ASKARA – Calon Presiden nomor 01, Anies Baswedan menyampaikan ucapan selamat kepada Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka usai keputusan Mahkamah Konstitursi (MK) di Jakarta, Senin (21/4).

“Kami sampaikan kepada Pak Prabowo dan Pak Gribran selamat menjalankan amanah konstitusi, selamat bekerja menunaikan harapan rakyat yang kini diembankan di atas pundak bapak-bapak berdua,” ujar Anies Baswedan dalam keterangan videonya, Senin malam.

Anies Baswedan mengaku sempat berkali-kali ditanya pendapatnya tentang Prabowo dan dia menjawab beliau adalah seorang patriot. Anies menegaskan tetap mempercayai sebagai seorang patriot. Beliau adalah seorang yang mengalami pendidikan modern.

“Sejak belia dan berasal dari keluarga intelektual yang amat terpandang bahwa dalam demokrasi menerima keberadaan oposisi sebagai partner dalam bernegara menjaga keseimbangan dan independensi tiga cabang kekuasaan, yaitu eksekutif, legislative, yudikatif,” paparnya.

Lalu, lanjutnya, menjamin kebebasan media sebagai pilar keempat demokrasi. Serta yang tidak kalah penting adalah menjaga kebebasan rakyat di dalam bersuara di dalam mengungkapkan pendapat di dalam berserikat , bekumpul dalam sebuah proses demokrasi.

“Dan sebagai seorang patriot terdidik, saya percaya bahwa Pak Prabowo akan mengembalikan dan akan menjalankan nilai-nilai demokrasi di masa-masa Indonesia ke depan,” ucapnya.

Anies menginatkan perlu usaha memperkuat dmokrasi. Perlu sensitivitas kita semua untuk terus menerus menjaga agar amanat reformasi tidak tergerus. Walaupun proses penggerusannya berjalan pelan-pelan, sedikit-sedikit yang seringkali membuat kita terlena.

“Kita masih harus kerja keras, harus kerja terus menerus untuk menyadarkan publik luas bahwa institusi demokrasi yang kuat yang berfungsi baik, itu sama pentingnya dengan institusi ekonomi yang kuat yang berfungsi dengan baik,” kata Anies.

Keduanya, terangnnya, proses demokrasi dan proses ekonomi harus berjalan dengan baik dengan efisiensi, efektif, dan menggunakan prinsip-prinsip yang benar.

“Bila ternyata ikhtiar kita ini menemukan ujungnya yg tidak seperti kita inginkan, ya sudah kita kembalikan kepada Allah. Pada masalah apapun yang kita hadapi kita katakan kita punya Allah,” tandas Anies.

Demokrasi Masih Ringkih

Terkait hasil akhir Pilpres  2024,  Cawapres Muhaimin Iskandar menyatakan kita tak kuasa menghentikan laju perlemahan demokrasi di negeri kita tercinta. “Kami sangat bangga dengan tiga hakim MK yang menyatakan dissenting opinion, yaitu Prof. Saldi Isra, Prof. Enny Nurbaningsih, dan Prof. Arief Hidayat,

“Mereka adalah orang-orang yang mulia yang menjadi harapan bagi tegaknya konstitusi, dan kembalinya marwah Mahkamah Konstitusi ke depan. Dan mereka akan menjadi catatatan indah dan baik,” kata Gus Min sapaan akrabnya.

Lanjutnya, dalam sejarah kita berbangsa dan bernegara, Prof. Saldi Isra mengingatkan tentang keadilan substansi buka sekadar keadilan prosedual. Menurut Muhaimin, ni adalah catatan amat pentng yang sayangnya terabaikan dalam proses demokrasi kita akhir-akhir ini. Artinya kita memiliki tugas yang masih panjang.

Sebab demokrasi kita sesungguhnya masih ringkih dan harus terus menerus dijaga dan dirawat. “Namun kami masih menerima dan kita semua menghormati keputusan Mahkamah Konstitusi sebagai keputusan yang final dan mengikat,” tandasnya.

Komentar