Rabu, 17 Juni 2026 | 17:41
Ruang Menulis

Indahnya Toleransi: Sebuah Harmoni di Pinggir Sungai

Indahnya Toleransi: Sebuah Harmoni di Pinggir Sungai
Masjid dan gereja berdampingan (Dok Yulita)

Oleh: Yulita Ayu Suryani -l

Komunitas RuangMenulis.ID

ASKARA - Sore itu, ketika matahari mulai meredup di ufuk barat, saya memutuskan untuk menyepi sejenak dari hiruk pikuk dunia. Saya ingin menikmati keheningan yang hanya bisa saya dapatkan di tepi sungai. Tempat itu, di antara aliran air yang tenang dan pepohonan yang merayakan senja, adalah tempat di mana pikiran bisa berkeliaran tanpa beban.

Setelah duduk di tepi sungai dengan fondasi berbatu, dengan menepis rasa lelah, saya merenung. Pikiran saya terbang bebas, mencoba menangkap inti dari segala yang terjadi di sekitar. Di tengah-tengah kerumunan pikiran, mata saya tertuju pada sesuatu yang berbeda.

Di seberang sungai, terdapat dua bangunan yang berdiri gagah di bawah indahnya cakrawala. Yang pertama adalah masjid, menjulang tinggi dengan kubahnya yang megah, memancarkan ketenangan yang begitu khas. Di sampingnya, dengan kemegahan yang sama, terdapat gereja tua yang memancarkan aura keanggunan.

Melihat keduanya berdampingan di tepi sungai yang sama, sebuah rasa damai menyelinap ke dalam hati saya. Pemandangan itu, begitu sederhana namun begitu kuat, memberikan pelajaran tentang keindahan toleransi. 

Dua tempat ibadah dari dua agama yang berbeda, duduk bersama dalam harmoni di antara pepohonan yang sama. Mereka tidak bersaing, tidak saling berhadapan dalam persaingan yang tak ada habisnya. Sebaliknya, mereka saling menghormati, saling mengagumi keindahan satu sama lain.

Pemandangan itu mengingatkan saya pada pentingnya toleransi dalam kehidupan kita. Ketika kita mampu melihat keindahan dalam perbedaan, ketika kita menerima bahwa setiap individu memiliki hak untuk percaya pada apa yang mereka yakini, itulah saat ketenangan sejati dapat kita capai.

Di tengah dunia yang kadang begitu keras dan terbelah oleh perbedaan, kita perlu belajar dari pemandangan di seberang sungai itu. Kita perlu belajar untuk hidup berdampingan dalam harmoni, menghormati satu sama lain meskipun kita berbeda. Karena pada akhirnya, dalam keragaman kita, ada kekuatan yang luar biasa.

Sore itu, di tepi sungai yang tenang, saya menemukan lebih dari sekadar ketenangan pikiran. Saya menemukan pelajaran berharga tentang arti sejati dari toleransi, dan bagaimana keindahannya bisa mengubah dunia kita menjadi tempat yang lebih baik untuk hidup. Bukankah pelangi tampak indah karena terbentuk dari aneka warna yang berbeda?

Sungai Banjir Kanal Timur
Semarang, 16 April 2024, 17.21

Komentar