Selasa, 21 Mei 2024 | 20:55
MILITER

Sejarah Angkatan Udara Republik Indonesia, Swa Bhuana Paksa

Sejarah Angkatan Udara Republik Indonesia, Swa Bhuana Paksa
HUT ke-78 TNI-AU (Dok Askara)

ASKARA - Tanggal 9 April 2024 merupakan peringatan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (HUT TNI AU) yang ke-78. Setiap tahunnya selalu ada tema dalam peringatan ini.

Merujuk pada situs resmi TNI, tema tahun ini yaitu:  "TNI AU yang disegani di kawasan siaga senantiasa mengamankan kedaulatan wilayah udara nasional untuk Indonesia Maju".

Hari TNI AU jatuh pada tanggal 9 April setiap tahunnya. Hal itu karena bertepatan dengan hari lahirnya TNI Angkatan Udara pada 9 April 1946. 

Sejarah TNI Angkatan Udara bermula dari lahirnya Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada 23 Agustus 1945. Kala itu, BKR dibentuk untuk memperkuat pertahanan udara. 

BKR kemudian berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 5 Oktober 1945 lalu. Setelah itu mengalami perubahan nama lagi pada 23 Januari 1946 menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI). 

Setelah mengalami proses yang panjang akhirnya berubah kembali menjadi Angkatan Udara Republik Indonesia. Pada 17 Oktober 1947, operasi lintas udara pertama AURI dilakukan. 

Tujuannya untuk membentuk, dan menyusun kekuatan inti gerilya di daerah asal suku Dayak. Mereka membantu perjuangan rakyat setempat, membuka stasiun pemancar induk, serta menyiapkan daerah penerjunan untuk operasi selanjutnya.

Lambang TNI AU adalah berwujud Burung Garuda yang sedang merentangkan kedua sayapnya dan mencengkram lima buah anak panah di atas perisai yang bertuliskan peta Indonesia. Dan terdapat pita bertuliskan semboyan "Swa Bhuwana Paksa".

 

Dirgahayu ke-78 TNI-AU

Swa Bhuana Paksa

 

Komentar