Pro dan Kontra penggunaan AI dalam Bidang Desain Grafis
Oleh: Wahyudin jaya Saputra
Mahasiswa Vokasi IPB
ASKARA - Semakin berkembangnya zaman, tentu saja makin banyak teknologi yang selalu di perbarui setiap harinya. Dimulai dari berkembangnya Virtual Reality (VR), Metaverse, dan yang sedang banyak diperbincangkan sampai saat ini adalah Artificial intelligence atau yang biasa disebut kecerdasan buatan. Tentunya seiring berkembangnya zaman, banyak pekerjaanpekerjaan yang sedikit demi sedikit diganti dengan teknologi, contohnya adalah teknologi yang bernama drone. Dengan dikeluarkannya drone, sekarang dalam pembuatan film kita tidak perlu repot-repot menggunakan kameraman yang menaiki helicopter, tetapi kita hanya perlu duduk sambil mengendalikan drone menggunakan remote. Begitu juga dengan kehadirannya AI, tak banyak orang-orang yang mulai merasa tersaingi dengan kehadirannya AI.
AI sendiri kepanjangan dari Artificial intelligence merupakan sebuah teknologi kecerdasan buatan yang dirancang untuk membuat sistem komputer dapat meniru kemampuan intelektual manusia. Tentu saja penggunaan AI ini tidak terlalu sulit, kita hanya perlu memberikan intruksi yang diinginkan, semakin rinci perintah yang diperintahkan maka hasil yang dihasilkan pun akan semakin spesifik. Meskipun AI ini dapat membuat pekerjaan menjadi mudah, tetap saja banyak orang yang gampang membedakan hasil dari berpikir menggunakan otak manusia dan juga kecerdasan buatan, maka pengguna harus dapat menggunakan AI secara bijak.
Kehadiran AI membuat banyak pekerja merasa terancam dan akhirnya akan tersingkirkan dari pekerjaannya, dimulai dari bidang pengcodingan, layanan konsumen ( Costumer Service ), Market research analyst, Desainer Grafis dan masih banyak bidang pekerjaan lainnya. Tentu saja perkembangan AI mendapatkan pro dan kontra yang tidak dapat dihindari, jika ada keuntungan atau kelebihan maka pasti juga ada kekurangan tentang peristiwa ini. Dalam kesempatan kali ini, penulis ingin menjelaskan lebih dalam tentang pro dan kontra AI dalam bidang desain grafis.
Kelebihan menggunakan AI dalam bidang desain grafis
Tentunya dengan semakin meningkatnya teknologi, kita diberikan kemudahan untuk mengakses teknologi tersebut, seperti dalam bidang desain ini. Kelebihan yang dapat kita rasakan ketika menggunakan AI dalam bidang desain grafis adalah dapat meningkatkan efisiensi dan kecepatan secara signifikan. Dengan hanya menuliskan kata-kata kunci dan juga penjelasan secara rinci, maka tidak perlu waktu lama untuk AI menghasilkan desain yang sudah selesai. Selain itu, jika kita merasa ada beberapa aspek yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan, maka kita dapat memerintahkan AI untuk memperbaiki aspek tersebut. Dengan fitur tersebut AI dapat menghemat waktu kita dalam membuat desain yang dimana biasanya membutuhkan waktu berjam-jam hanya untuk memikirkan konsep saja. Keuntungan lainnya adalah AI mudah untuk diakses dan juga terjangkau.
Kekurangan menggunakan AI dalam bidang desain grafis
Meskipun kelebihan AI terlihat menggiurkan, faktanya terdapat juga kekurangan yang dimiliki oleh AI karena pada dasarnya AI juga adalah kecerdasan buatan yang dapat membuat kesalahan. Salah satu kekurangan AI adalah membuat berkurangnya potensi individu dalam kreativitas dan juga orisinalitas dalam pembuatan sebuah karya karena kita terlalu dimudahkan tanpa harus berpikir keras untuk membuat desain yang bahkan rumit sekalipun. Algoritme AI beroperasi berdasarkan pola yang telah ditentukan sebelumnya dan data yang sudah ada, sehingga dapat membatasi kemampuan untuk menghasilkan desain yang inovatif.
Contoh kasus penyalahgunaan AI
Tidak lama ini, ada beberapa oknum yang menyalahgunakan AI dalam membuat karya poster. Dalam sebuah seminar dilaksanakan sebuah lomba untuk membuat poster yang bertemakan tentang pendidikan. Dalam kasus ini, ada beberapa oknum yang menggunakan AI untuk membuat poster yang kemudian di-ikutsertakan dalam perlombaan tersebut, tentu saja hal ini dapat merugikan diri sendiri karena menyia-nyiakan kesempatan untuk menunjukan bakat dalam bidang desain. Selain itu menggunakan AI untuk perlombaan pun dinilai tidak adil karena peserta lain berpikir keras untuk membuat rancangan desain sementara pengguna AI hanya perlu menuliskan kata kunci secara spesifik untuk membuat poster dalam sekejap mata.
Setelah membaca penjelasan di atas, tentu saja bergantung pada AI bukanlah pilihan yang tepat untuk dilakukan. Dalam menggunakan AI, kita harus bisa menjadi pengguna yang bijak yang memanfaatkan AI sebaik-baiknya. Demi mengasah potensi kreatifitas individu, maka lebih baik kita menggunakan AI hanya sebagai bahan referensi desain yang akan kita buat. Penggunaan teknologi yang terlalu berlebihan tidak baik untuk kecerdasan yang kita miliki.
Semakin kita ketergantungan pada AI, maka potensi kreatifitas akan semakin menurun. Selain itu, banyak juga kasus-kasus kecacatan yang terjadi ketika kita menggunakan kecerdasan buatan ini, seperti contohnya adalah saat membuat gambar jari manusia, tidak banyak AI membuat jari manusia tersebut kurang maupun lebih dari 5, sehingga kita pun harus Kembali mengecek ulang hasil yang sudah diselesaikan oleh AI. Menggunakan Ai secara bijak dalam membuat desain, dapat membuat kita menjadi pribadi yang lebih kreatif dalam membuat desain kedepannya.

Komentar