Emang Bisa Berkomunikasi Melalui Gestur Tubuh? Bisa Dong!
Penulis: Syifa Rachmania Suryana,
Mahasiswi Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University
Pengertian Komunikasi
ASKARA - Komunikasi merupakan suatu hal yang tidak dapat terpisahkan dari manusia karena pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan bantuan orang lain. Komunikasi adalah fungsi sosial dari makhluk hidup yang bernama manusia. Sebagai makhluk sosial manusia tidak akan tidak berinteraksi dengan manusia yang lain. Dalam berinteraksi, manusia membutuhkan komunikasi sebagai sarananya baik secara personal maupun kelompok, karena manusia pasti selalu memerlukan orang lain. Dengan demikian, perilaku interaksi sosial yang dilakukan oleh manusia tumbuh secara alamiah sesuai dengan fitrah kebutuhan manusia (Hariyanto 2021).
Jenis Komunikasi (Komunikasi Non-Verbal)
Komunikasi memiliki berberapa jenis, salah satunya yaitu komunikasi nonverbal. Komunikasi nonverbal merupakan bentuk komunikasi yang tidak menggunakan kata – kata namun komunikasi ini sangat penting dan tidak dapat dipisahkan oleh kehidupan. Hery (2022) menyebutkan, komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang menggunakan ekspresi wajah atau bahasa tubuh dalam menyampaikan pesan. Alat komunikasi yang digunakan bukan tulisan ataupun lisan. Meskipun komunikasi bentuk ini memiliki keterbatasan dalam penyampaian pesan kepada pihak lain, namun penggunaannya sering ditemui saat berkomunikasi.
Bentuk Komunikasi Non-Verbal
Salah satu bentuk komunikasi nonverbal adalah gestur tubuh atau bahasa tubuh. Gestur adalah salah satu bentuk komunikasi nonverbal melalui gerakan tubuh untuk menyampaikan pesan tertentu (Effindi 2022). Tanpa disadari gestur tubuh merupakan hal yang paling diperhatikan manusia dibandingkan dengan ucapan yang disampaikan lawan bicaranya.
Komunikasi nonverbal termasuk aspek yang sangat penting ketika kita berinteraksi. Hal ini bertujuan untuk mencapai komunikasi yang efektif. Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang antara komunikator dan komunikan saling memahami topik yang dibicarakan, sehingga pesan yang disampaikan komunikator dapat dipahami dan memberikan efek pada si penerima pesan atau komunikan.
Komunikasi yang efektif juga diperlukan untuk mencegah hambatan yang dapat menyebabkan kesalahpahaman individu dalam menyampaikan informasi. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mencapai keefektifitasan dalam berkomunikasi yaitu dengan cara menyampaian pesan verbal seperti ekspresi wajah, intonasi yang diucapkan, dan gestur tubuh yang bertujuan untuk menggambarkan perasaan komunikator, sehingga lawan bicara mengerti informasi yang disampaikan begitupun sebaliknya. Oleh karena itu, pesan nonverbal memiliki peranan yang sangat penting untuk menentukan suatu keefektifan dalam berkomunikasi.
Komunikasi nonverbal lebih bersifat alami karena terjadi secara otomatis. Jadi sifatnya lebih jujur sehingga sulit untuk dipalsukan, karena komunikasi nonverbal bersifat alamiah maka pesan nonverbal dianggap lebih terpercaya dibandingkan dengan kata-kata yang diucapkan oleh lawan bicara. Banyak juga orang lebih tertarik menggunakan komunikasi nonverbal dibandingkan komunikasi verbal dalam kehidupan sehari - hari.
Mengamati pesan nonverbal dalam berkomunikasi dapat membantu kita dalam mengetahui perasaan orang lain saat itu. Pada dasarnya bahasa tubuh seperti ekspresi wajah, gerak mata, penampilan seseorang merupakan penafsiran perasaan, sikap, dan suasana hati yang tidak disadari maupun disadari. Gestur, tatapan mata, hingga gerakan tubuh membantu menilai kepribadian seseorang tanpa harus berbicara. Namun yang perlu diperhatikan saat berkomunikasi secara nonverbal harus dilakukan secara selaras dengan kata-kata yang kita ucapkan, sehingga akan timbul kejelasan dan kepercayaan satu sama lain.
Hambatan Komunikasi Non-Verbal
Komunikasi nonverbal melalui gestur tubuh dapat menghasilkan banyak makna yang tentunya akan berbeda tergantung dari masing-masing orang yang memahaminya. Sehingga hal tersebut dapat menimbulkan risiko kesalahpahaman terhadap pesan yang ingin disampaikan, dikarenakan mereka merasa bahwa komunikasi nonverbal justru tidak membantu proses komunikasi yang sebenarnya.
Timbulnya kesalahpahaman ini disebabkan oleh beberapa faktor, diataranya:
1. Latar Belakang Seseorang
Penting bagi kita untuk memahami dan mengetahui terlebih dahulu mengenai latar belakang orang lain. Setiap orang tentunya memiliki lingkungan hidup yang berbeda. Hal tersebut penting untuk diperhatikan karena dapat menimbulkan kesalahpahaman.
2. Kepribadian Seseorang
Baik komunikan maupun komunikator haruslah lebih memahami mengenai kepribadian orang lain. Kepribadian antara satu orang dengan orang lain tidak boleh disamakan, karena sifat kepribadian setiap orang tentunya berbeda-beda. Maka dari itu, pentingnya memahami sifat orang lain terlebih dahulu sebelum berkomunikasi secara nonverbal.
3. Kebudayaan
Setiap orang tentunya memiliki budaya yang berbeda. Contoh terdekatnya saja di Indonesia sendiri terdapat berbagai budaya dalam masyarakat. Sehingga dalam berkomunikasi nonverbal haruslah lebih berhati-hati, karena terdapat kemungkinan terjadi perbedaan pendapat tergantung dari budaya yang mereka miliki.
Komunikasi nonverbal melalui gestur tubuh harus lebih diperhatikan baik oleh pihak komunikator maupun komunikan, sehingga akan timbul kejelasan dalam berkomunikasi dan mencegah terjadinya kesalahpahaman yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, cara mengatasi kekurangan komunikasi nonverbal yaitu dengan memperhatikan tingkah laku kita, selalu memberikan senyuman, relaks, dan perhatikan baik-baik apa yang dikatakan lawan bicara agar mendapatkan kesan yang baik sehingga lebih mempermudah mengajak berbicara orang lain dan menghindari terjadinya kesalahpaham dengan pesan yang kita sampaikan.

Komentar