Pemaknaan Emoji dalam Keefektifan Komunikasi di Dunia Digital
Oleh : M.Fadli
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media SV IPB University
ASKARA - Belakangan ini kemajuan teknologi secara tidak langsung telah mengubah pola komunikasi ditengah masyarakat. Dahulu sebelum berkembangnya teknologi, orang berkomunikasi secara langsung atau saling bertemu, kini semuanya telah bernivoasi dengan adanya teknologi canggih sebagai media atau perentara dalam berkomunikasi. Keberadaan surat, perangko, sms, dan warung telepon kini hanya tinggal cerita.
Media komunikasi tersebut ditinggalkan karena hadirnya media komunikasi yang berbasis internet atau digital yang lebih memberikan kemudahan bagi para penggunanya. Adapaun media komunikasi yang sangat banyak digunakan masyarakat saat ini adalah media sosial seperti whatsapp, instagram, telegram, X, line dan lainnya. Media tersebut bukan hanya untuk saling bertukar kabar namun juga dapat digunakan untuk mengekspresikan hobbi, aspirasi, dan saling berbagi informasi.
Saat ini salah satu media sosial whatsapp menjadi media favorit ditengah masyarakat. Bagaimana tidak pengguna media tersebut tembus di angka 1 miliar dan sebanyak 60 miliar pertukaran pesan dikirim tiap harinya. Whatsapp merupakan aplikasi yang mewadahi komunikasi dalam jarak jauh. Tidak hanya itu, whatsapp juga menyediakan berbagai bentuk pengiriman pesan komunikasi seperti: teks, fot, video, audio, dokumen , lokasi, panggilan dan lainnya. Selain berkomunikasi secara personal whatsapp juga dapat berkomunikasi dengan jumlah anggota yang banyak atau whatsapp chat group.
Whatsapp juga dilengkapi dengan stiker yang biasanya digunakan dalam pertukaran pesan berbentuk teks. Salah satu layanan stiker yang kerap kali digunakan dalam whatsapp adalah emoticon atau emoji. Penggunaan emoji ini merupakan salah satu pengganti dari bentuk ekspresi wajah saat bertemu langsung atau termasuk komunikasi non-verbal.
Keefektifan komunikasi non-verbal dalam berdialog
Komunikasi non-verbal merupakan komunikasi tanpa mengungkapkannya dengan kata-kata. Komunkiasi ini terdiri dari gesture tubuh, ekspresi wajah, kontak mata dan bentuk lainya.
Salah satu kefektifan mengirimkan pesan didukung oleh ekspresi saat menyampaikannya. Melalui ekspresi wajah yang kita miliki pada saat berbicara, kita dapat menyampaikan sebuah pesan kepada sipenerima tanpa harus menyebutkannya secara langsung. Adapun contohnya seperti ekspresi gembira, marah, sedih, bingung, tertawa dan bersalah. Interaksi yang ekspresif memiliki peran penting dalam mengatur suasana kepada lawan bicara.
Seiring terus berkembangnya teknologi terdapat berbagai alternative dalam berkomunikasi, seperti penggunaan media teknologi yang semakin canggih dan lebih efektif dalam mengirim pesan melalui sms atau surat. Dalam menyampaikan pesan pada sms dan surat, beberapa pesan nonverbal seperti ekspresi dan mimik wajah sulit dan bahkan tidak dapat disampaikan melalui media tersebut.
Melihat hal tersebut, seoarang ilmuan computer yang berasal dari Carnegie Mellon memperperkenalkan emoticon pertama kalinya berupa senyuman pada tanggal Sembilan belas September tahun 1982. Pada saat itu fahlman memperhatikan percakapan melalui pesan elektronik yang digunakan oleh staf untuk berkomunikasi pada awal tahun 80an. Fahlman menemukan ada suatu hal yang membua percakapan itu berjalan kurang lancar seperti lelucuan yang hilang, maksud yang disalah artikan, dan omelan yang tak perlu yang menggambarkan diskusi. Akhirnya fahlman membuat sebuah emoticon sederhana untuk melambangkan senyum. Hal tersebutlah yang akhirnya meluas dan dikenal oleh masyarakat.
Pemaknaan Emoji dan Fungsinya dalam Komunikasi Digital
Secara harfiah emoji berasal dari bahasa Jepang, “e” yang berarti gambar dan “moji” yang berarti huruf. Dengan kata lain emoji merupakan ikon karakter dalam tulisan. . Tidak berbeda dengan ikon karakter lainnya seperti kaomoji dan emoticon. Emoji merupakan simbol bergambar yang menyerupai ekspresi wajah manusia hewan, kegiatan, hari libur, dan lainnya. Emoji dapat menunjukan cara bagaimana pesan disampaikan, dengan indikator sebagai berikut, yaitu indikator perasaan, indikator nonverbal, dan indikator ilokusi. Ketika disisipkan pada suatu kelimat emoji berfungsi sebagai aspek kebahasaan yang menunjukan cara bagaimana suatu pesan disampaikan.
Selain itu, emoji mempunyai fungsi lain untuk mengungkapkan perasaan komunikator kepada komunikan, bentuk simbolis dari simpati dan solidaritas yang ditunjukan oleh komunikator dalam pesan yang disampaikan, memperhalus kritikan, menegaskan landasan pembicaraan, dan menyamarkan maksud dari pesan yang dikirim oleh komunikator.
Emoji dapat dikatakan sebagai bentuk pesan, hal ini dikarenakan bentuk pesan tersebut dapat memperkuat adanya sebuah proses komunikasi, sehingga komunikasi akan jadi lebih interaktif. Selain itu, Emoji merupakan lambang dari seseorang yang sedang serius dalam mengungkapkan perasaan atau sesuatu yang benar-benar sedang dirasakan. Dengan demikian, Emoji akan memudahkan penerima pesan untuk lebih mudah memahami pesan - pesan yang disampaikan, khususnya pada penyampaian pesan dengan menggunakan media atau melalui dunia maya.
Hubungan Penggunaan Emoji dengan Karakter Penggunanya
Percakapan di media sosial secara pribadi ataupun kepada publik kini tak lepas dari penggunaan emoji. Sebagai media untuk mengekspresikan perasaan secara online, emoji memiliki banyak pilihan gambar dan bentuk yang cukup unik. Namun, jika dipelajari lebih dalam lagi, emoji bukan hanya ikon-ikon unik yang tersedia di handphone saja. Fenomena ini ternyata dapat dilihat dari segi psikologis.
Berikut kepribadian orang yang suka pakai emoji dalam menyampaikan pesan:
▪︎ Pertama, Kepribadian orang yang suka pakai emoji yaitu dapat menyiratkan energi yang sama dengan orang lain saat berkomunikasi di media sosial. Hal ini telah diteliti dalam Journal Trends on Cognivite Siences pada tahun 2017. Penggunaan emoji juga dapat dikatakan sebagai sebuah ungkapan perasaan orang lain terhadap suatu topik yang sedang dibicarakan.
▪︎ Kedua, kepribadian orang yang suka pakai emoji adalah lebih mudah didekati dan berempati kepada orang lain. Emoji ini menjadi sarana pendekatan kepada seseorang saat berinteraksi dengan orang lain. Ketiga, Emoji dapat melunakkan nada kalimat saat berinteraksi dengan orang lain. Dengan emoji, beberapa orang lebih nyaman untuk berkomunikasi.
Penggunaan emoji pada suatu percakapan atau suatu perkataan dalam komunikasi digital dapat mempengaruhi persepsi seseorang secara signifikan. Pengaruh ini mampu meningkatkan tingkat efektivitas komunikasi digital. Meskipun untuk menyamakan persepsi antara dua orang bukan hal yang mudah, namun dengan menggunakan emoji ini dapat membantu mengurangi kemungkinan salah paham. Penggunaan emoji tidak boleh sembarangan, penggunaan emoji harus memperhatikan situasi dan kondisi.
Sebelum menggunakan emoji lawan komunikasi diharuskan memahami maksud dari emoji yang akan ditambahkan dengan baik sehingga tidak akan menimbulkan kesalahpahaman. Penggunaan emoji yang salah pasti akan menyebabkan perbedaan persepsi, sebaliknya jika penggunaan emoji tepat maka akan membantu lawan komunikasi untuk memahami pesan yang disampaikan dan juga mengurangi kesalahpahaman.

Komentar