Mantan Wakasau: Seorang Pecatan Tentara Tidak Layak Jadi Presiden
Di Dunia Militer Pecatan Diperlakukan Tidak Hormat
ASKARA - Setelah dapat dukungan dari purnawirawan Polri, sejumlah purnawirawan Angkatan Udara (AU), Elang Indonesia Maju mendeklarasikan dukungan untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 03, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Rabu (7/2).
Pembina Elang Indonesia Maju, Agus Supriatna, menegaskan, Ganjar-Mahfud dipilih karena dinilai mempunyai rekam jejak yang paling baik di antara kandidat lainnya. Dari kelebihan itu, yang paling banyak kelebihannya itu Bapak Ganjar dan Pak Mahfud, di situlah kita semua ini memilih Bapak Ganjar-Mahfud.
Mantan Kasau itu mengatakan, kelompoknya memilih untuk menyatakan dukungan setelah melihat beragam persoalan, mulai dari pelanggaran etik Mahkamah Konstitusi dan Komisi Pemilihan Umum hingga pembagian bantuan sosial yang dianggap tidak etis.
"Di sinilah akhirnya kita-kita ini berkumpul berdiskusi menganalisa permasalahan ini, kita bentuklah mendeklarasikan ini," ujar marsekal purnawirawan bintang empat itu.
Dalam kesempatan itu, mantan Wakil Kasau sekaligus Ketua Umum Elang Indonesia Maju, Dede Nursyamsi, mengatakan, seorang pecatan tentara tidak layak menjadi presiden. Ia mengingatkan, di dunia militer, seorang letnan kolonel atau kolonel yang dipecat pun bakal diperlakukan dengan tidak hormat.
"Kalau kita di kesatuan, kalau letkol saja kolonel dipecat dari TNI, itu bajunya itu dirobek, dibuka tuh, brek gitu, kancingnya tuh sampai bredel," tandas Dede.
Oleh sebab itu, tegasnya, ia tidak habis pikir apabila seorang pecatan tentara menjadi presiden. Pasalnya, presiden tersebut nantinya akan melantik para perwira TNI dan Polri yang baru lulus dari akademi.
"Bisa terbayangkan, Bapak-bapak ini semua alumni dari Akademi TNI, dilantik oleh presiden, terus kita lihat dengan sikap sempurna gitu, ya presidennya itu pernah dipecat, mana nalarnya?" kata Dede.
Ketua Tim Pemenangan Nasional Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid, menilai dukungan dari Elang Indonesia Maju sebagai dukungan moral menjelang hari pemungutan suara yang tinggal satu pekan.
"Yang kami dapatkan pada hari ini adalah suatu energi baru lagi, suatu energi booster yang saya katakan untuk Mas Ganjar dan Pak Mahfud. Kami berterima kasih atas keberanian dan juga keteguhan daripada ibu bapak sekalian dari purnawirawan TNI AU," pungkas Arsjad.

Komentar