Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:50
COMMUNITY

Dua Pastor Militer dan Empat Katekis Perwira Remaja untuk Keuskupan Umat Katolik di TNI

Dua Pastor Militer dan Empat Katekis Perwira Remaja untuk Keuskupan Umat Katolik di TNI
Romo Letda Laut (KH) Bernardus Satya Graha, Pr dan Romo Letda Laut (KH) Fransiskus Riyanto, Pr foto bersama Romo Kolonel Sus. Yos Bintoro dan Vikjen Keuskupan Surabaya, Yosef Eko Budi Susilo (Dok Askara)

ASKARA - Wakil Uskup untuk Umat Katolik di Lingkungan TNI dan  Polri, Romo Yos Bintaro, Pr merasa bersyukur, bangga, dan sukacita atas hadirnya para pelayan-pelayan rohani umat Katolik di lingkungan Tentara Nasional Indonesia, baik Darat, Laut dan Udara yang baru dilantik sebagai perwira oleh Panglima TNI, Laksamana TNI Yudo Margono beberapa waktu lalu.

Keenam pelayan rohani Katolik itu terdiri dari dua orang pastor, yaitu Romo Letda Laut (KH) Bernardus Satya Graha, Pr (dari Keuskupan Surabaya), dan Romo Letda Laut (KH) Fransiskus Riyanto, Pr (dari Keuskupan Agung Palembang).

Sementara 4 orang Katekis Katolik terdiri dari tiga orang untuk Angkatan Darat, atas nama Letda CAJ.Yakobus Toknem (dari Univ. Cendrawasih, Papua), Letda CAJ Yohanes Ula Gusbayuarnaz Riberu (dari Flores, Unika Atmajaya, Jakarta), dan Letda Rikardus Ribak (dari Univ. Fajar Timur & Cedrawasih, Papua). Sedangkan Katekis Katolik untuk Angkatan Udara atas nama Letda Sus. Yacub Elfandi Geres (dari alumni Seminari Pineleng).

"Dengan kehadiran enam orang perwira pemelihara rohani Katolik, menjadi suatu berkat yang sangat luar biasa. Seperti di bulan Agustus menjelang Proklamasi ke 78 Republik Indonesia, maka harapan tentunya menjadi kuat untuk menghadirkan pelayanan yang semakin dirasakan bagi Umat Katolik di lingkungan TNI dan juga tentunya Kepolisian Republik Indonesia," kata Romo Yos Bintoro yang menyandang pangkat Kolonel, Sabtu (12/8).

Dikatakannya, hal ini tentu menghadirkan juga semangat dan tanggung jawab sejarah terhadap tradisi perjuangan kebangsaan, juga dengan hadirnya teladan-teladan para pahlawan Katolik, seperti Ignatius Slamet Riyadi, Yosaphat Soedarso, juga Agustinus Adisoetjipto, terutama dengan penggembalaan dari Monsignor Albertus Soegijapranta yang juga menjadi pahlawan nasional.

"Ini memang menjadi suatu kehormatan. Nanti ditambah juga dengan Pahlawan Revolusi dari kepolisian, Karel Satsuit Tubun. Termasuk juga bagaimana kita menjadi benteng dari Pancasila yang menjadi konsensus bersama yang perlu kita jaga dan kita rawat, kita lestarikan, kita tingkatkan kualitas dan kebersamaan afinitas kebangsaan," kata Romo Yos Bintoro yang masuk ke dunia militer melalui pendidikan prajurit karier di Akademi Militer Magelang dan dilantik pada tahun 1997 dengan pangkat Letnan Dua.

Ditambahkannya, kehadiran keenam Perwira Rohani Katolik ini, selanjutnya tentu juga menghadirkan bimbingan rohani konseling bagi seluruh anggota TNI, Polri dan juga para purnawirawan. Dia berharap apa yang sudah disiapkan oleh para pendahulu pelayanan umat katolik di lingkungan yang Polri yang sudah menjadi satu Keuskupan sejak 25 Desember 1949 bisa diwujudnyatakan pada era saat ini dan selanjutnya menjadi tanggung jawab estafet dari sejarah hadirnya salah satu dari ke-38 Keuskupan yang ada di Indonesia.

"Salah satunya adalah Keuskupan militer atau Ordinariat Militer Indonesia, yang juga umum disebut Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI). Lebih dikenalnya Keuskupan Umat Katolik di lingkungan TNI Polri," kata Romo Yote, panggilan akrab Romo Yos Bintoro.

"Sehingga hal ini menjadi satu yang hidup bukan menjadi bagian yang kecil, tetapi bagian yang menghadirkan karya gereja bagi bangsa Indonesia. 100% Katolik, 100% Indonesia. Tuhan senantiasa memberkati meneguhkan dan menyempurnakan apa yang dibuat oleh setiap orang yang dengan tegunan setiap menjadi pelaksana FirmanNya. Tuhan memberkati, Bunda Maria melindungi, salam kebangsaan, salam Pancasila, Dirgahayu ke 78 Republik Indonesia," pungkas Romo Kolonel Yos Bintoro, Pr.

 

Komentar